Selasa, 25 Maret 2014

Cerita Akhir Maret

Akhir Maret... adalah hal yang selalu kuingat sepanjang sejarah kehidupanku...
Ketika aku pada waktu itu merasa gagal untuk membuat senyum ibuku merekah lagi, ketika aku merasa gagal membahagiakan keluarga besarku, gagal menyelesaikan tugas mulia sebagai mahasiswi tingkat akhir di sebuah universitas yang menjadi cita - citaku sejak masih memakai seragam merah putih.

Sabtu, 21 Maret 2009
Menemui bapak pembimbing 1 di pascasarjana.ditengah kesibukan beliau sebagai ketua jurusan, saya bisa menemuinya walaupun di hari Sabtu, dan bukan di kampus S1 sudah cukup membuat saya bersyukur
Selesai memeriksa skripsi, beliau berkata
^skripsimu sudah bagus, kapan mau sidang?^
Hah sidang,, hal yg ditunggu mahasiswa tingkat akhir,,
Seakan tak percaya...
Aku menjawab..
^bapak, besok tanggal 25 maret 2009 sudah terakhir untuk sidang periode wisuda april dan tapi ibu pembimbing 2 belum ACC pak, bagaimana?
^Hmmm, coba kamu senin temui beliau mungkin  bisa acc.
^Siapa panitianya sidang sekarang, coba saya teleponkan mungkin kamu masih bs menyusul..
Kemudian bapak meneleponkan ibu panitia sidang. Ibu panitia sidang berkata , ^bisa saja pak, asal semua sudah ACC dan anak ini bisa membuat segala surat dan dikumpulkan pada saya besok Senin, coba kamu buat pengujinya ibu ini, bapak ini dan ibu itu^.
^siap bu^, jawabku....
Haaahh secepat ini, pikirku.. senang sih bisa sidang cepat, bisa wisuda bareng kakak sepupu yang masuk kuliahnya bareng, bisa keluar bareng, enak juga bagi keluarga di Madiun sehingga tidak bolak balik ke Semarang untuk menghadiri wisuda kami berdua kalo aku wisuda april seperti kakakku kan enak.
Otak mahasiswi tingkat akhir memang sudah tidak bisa menganalisis masalah dengan akal sehat, inginnya wisuda cepat selesai kuliah cepat. Maklum sudah hampir 5 tahun.

Minggu, 22 Maret 2009
Menyiapkan segala keperluan revisian skripsi dan administrasi. Undangan untuk penguji, undangan untuk pembimbing, dan segala surat lainnya. Inilah yg harus dibenahi dr jurusanku kala itu, tidak seperti di fakultas tempat kakak ku kuliah dan pakdeku mengajar, semua tetek bengek administrasi sidang skrispsi diurus oleh administrasi. Dan pada waktu itu, aku mempersiapkan semuanya ditengah bau bangkai tikus yang belum ketemu di sekitar komputer. Masya Allah sekali baunya aduhaiiii....
Akhirnya semua selesai juga.

Senin, 23 maret 2009
Hal pertama yang kulakukan adalah muka memelas, sangat memelas menemui ibu pembimbing 2.
^selamat pagi ibu, ini draft skripsi saya sudah saya betulkan ibu, bapak pembimbing 1 juga sudah ACC, jika ada kemungkinan ibu  menyetujuinya pula saya bisa sidang besok Rabu ibu..
^baiklah, saya periksa skripsimu sambil rapat jurusan, namun jika masih banyak yang salah, saya belum menyetujuinya lo..
^iya ibu, saya ikut saja...
Di luar ruangan, di selasar kampus hanya doa komat - kamit yang kubaca tak lupa puasa Senin kamis kulakukan agar hajatku terkabul. Sambil terus sms ibu untuk minta doa. Teman - teman berceloteh ria berkelakar berlucu - lucu tak ada yang aku gubris, hanya doa yang kupanjatkan agar bisa wisuda April bersama kakakku.
Aku menunggu berjam - jam diluar ruangan rapat. Sambil mengintip ~ intip ibu pembimbing 2.
Waahh, masih banyak tekukan (yang salah kertasnya ditekuk), masih banyak yang salah.
Ibu keluar dari ruangan rapat, hari sudah menjelang sore.
Ibu pembimbing2 kemudian masuk ke ruangan bapak pembimbing 1 .
Akupun dipanggilnya..kami bertiga berada di ruangan bapak pembimbing 1.
^Saya bisa saja meACC kamu, tapi deñgan kondisi draftmu yg seperti ini, saya kamu belum siap Ky, apalagi menghadapi penguji skripsimu yg ahli di bidangnya^.
Saya hanya bisa diam...
^ saya tidak ingin anak bimbing saya tidak lulus, baiklah kamu pikirkan lagi semalam ini, kalau iya, besok temui saya lagi membawa draftmu yang baru^
Seingatku begitulah kata kata beliau 5 tahun lalu, tegas namun masih memberi harapan.,,
Ibu kemudian pulang, saya masih ada diruangan Bapak hingga Magrib menjelang, saya bimbingan intensif dengan bapak, bimbingan spiritual, motivasi maupun materi skripsi.
Akhirnya adzan magrib berkumandang...
Dan saya memutuskan...
*Baiklah bapak,, saya memang merasa belum siap, saya masih harus banyak belajar*
Akhirnya kata pasrah itu keluar dari mulut saya.
^ya, memang seharusnya begitu Ky, saya ingin melihat kamu lebih siap^...

24 dan 25 Maret ketika deadline sidang wisuda April berakhir kulalui begitu saja sambil menyelesaikan perbaikan draft skripsi hingga siap sidang di tanggal 14 Mei 2009. Dengan tetap terengah - engah, walaupun nilai skripsi yang didapat juga tidak maksimal. akhirnya alhamdulillah dinyatakan lulus sbg Sarjana Perikanan.
Diwisuda bulan Juli. Keluarga saya datang 2x karena kakak sepupu saya diwisuda di bulan april.

Hingga hari ini, ibu panitia sidang juga masih mengingatku ketika kami bertemu.
Beberapa hari lalu aku satu lift dengan bapak pembimbing 1 di kampus pascasarjana dan beliau dengan senyum khasnya masih saja berceloteh santai...
^Gimana Ky, sudah lulus?^
^belum bapak, mohon doanya^ jawabku sambil tersenyum..
Bapak pembimbing 1 juga masih ingat saya, karena di pasca saya juga diajar beliau lagi. Walaupun skrg tidak diajar... ibu pembimbing 2 pun demikian, aku akan selalu cium tangan takzim ketika bertemu beliau. Karena berkat baliau - beliau semua aku bisa seperti sekarang ini. Walaupun telat lulus s1, tapi masih istiqomah jadi mahasiswa sampai sekarang. Kadang, kalau dosen2 s1ku mengajar lagi di kelas aku sangat kangen dengan suasana S1 karena semuanya sudah lain sekarang, tanggung jawab yang diemban lebih berat. Bismillahirohmanirrohim .. walau tidak bisa sesempurna mereka, smg aku bisa meneruskan estafet ilmu yang telah mereka berikan untuk aku agar menjadi amal jariyah bersama. Beribu - ribu terimakasih tak cukup untuk apa yang telah bapak ibu berikan kepadaku. Salam hormat selalu...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar