Selasa, 10 November 2015

Cerita Akhir Maret (part 2)

kali ini sy akan melanjutkan kisah sy yg ini :http://rizkymoedjijo.blogspot.co.id/2014/03/cerita-akhir-maret.html
di blog di atas aku tuliskan klo ak ga bisa wisuda april 2009, stlh 6 tahun br ALLAH menunjukkan hikmah yg tersembunyi mengapa aku harus wisuda Juli..
yaaaaa krn aaahh aku menuliskannya sambil berbunga2 .. nanti sj yaaaa bersambung kembali .. :)

Selasa, 09 Juni 2015

kadang mikir kaya gini, setelah baca ini agak plong selamat ulang tahun rizky

KETIKA ENGKAU MENIKAHI SEORANG ISTRI DARI KELUARGA YANG TIDAK SEMPURNA…
Ketika kau memutuskan untuk menikahi seorang perempuan dengan latar belakang keluarga yang tidak sempurna, barangkali akan ada beberapa orang yang mempertanyakannya. Mungkin orangtua atau orang-orang terdekatmu. Apakah kamu serius dengan keputusan itu? Sudahkah kamu memikirkan semuanya? Tidakkah kamu takut rumah tanggamu akan berjalan tidak baik-baik saja?
Dan ketika kamu teguh dengan keputusan itu, bahkan calon istrimu sendiri mungkin meragukannya: Apakah kau tak akan menyesal di kemudian hari?
Aku mengalami semua itu. Aku pernah mendapatkan pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Hari ini, aku ingin menjawab dan menjelaskan semuanya…
Ketika kau mengenal seorang perempuan dengan latar belakang keluarga yang tidak sempurna, barangkali kau baru saja bertemu dengan perempuan dengan kemampuan menghadapi persoalan di atas rata-rata. Ia tumbuh dengan perjuangan untuk selalu bisa tersenyum di hadapan semua orang, berusaha tampak biasa-biasa saja, meskipun ada sesuatu yang menghantam-hantam dari dalam dirinya. Ia mungkin sering menangis, tetapi bukan untuk sesuatu yang remeh-temeh. Air matanya terlalu berharga untuk menangisi hal-hal sepele yang bisa ia atasi dengan cara dan usahanya sendiri. Ia menangisi sesuatu yang barangkali jika semua itu terjadi kepadamu, kau tak akan pernah bisa menahannya. Ia menangisi sebuah kehilangan.
Apa yang hilang dari dirinya? Barangkali masa kecil dan kebahagiaan yang semestinya mewarnai semua itu. Barangkali rasa bangga yang tetiba diruntuhkan oleh ketidakadilan yang entah mengapa harus menimpa dirinya. Ia menyaksikan kehancuran rumah tangga orangtuanya pada usia yang telalu muda. Barangkali ia harus mendengarkan kekecewaan ibunya sendiri tentang ayah yang dicintainya. Barangkali ia harus menerima kenyataan bahwa cinta bukan satu-satunya syarat untuk mempertahankan semuanya. Pada saat bersamaan, ia harus menutup telinga dari pembicaraan buruk orang-orang tentang keluarganya. Ia dipaksa nasib untuk menjadi dewasa sebelum waktunya.
Tetapi, kedewasaan itulah yang membuatnya menjadi pribadi yang kuat. Ia selalu punya cara untuk terlihat biasa-biasa saja di tengah hal-hal buruk yang sedang dihadapinya. Ia tetap bisa tersenyum saat orang lain terlalu lemah untuk bersikap baik-baik saja. Bayangkan, ia membangun semua sistem pertahanan dan rasa percaya diri itu selama bertahun-tahun?
Hari-hari pertama setelah kau menikahi perempuan itu, semuanya akan terasa mudah bagimu. Kau pikir, ia tak perlu banyak waktu untuk belajar menjadi istri yang baik buatmu. Ia begitu menghormatimu. Ia pandai menempatkan diri. Ia begitu pengertian dan penuh kasih. Meski mungkin kau tidak tahu bahwa sebenarnya ia menjalankan semua itu dengan penuh rasa takut dan khawatir. Ia takut hal-hal buruk yang terjadi pada orangtuanya terulang lagi pada dirinya. Ia dihantui rasa khawatir untuk melakukan kesalahan-kesalahan yang mungkin bisa mengembalikan lagi kesedihan yang bertahun-tahun berusaha dikubur di kedalaman perasaannya. Ia menjaga semuanya untuk kebahagiaanmu, untuk kebahagiaannya sendiri, untuk kebahagiaan kalian berdua.
Bulan demi bulan berlalu, kau selalu terpesona dengan keterbukaanya tentang segala sesuatu. Ia terlatih untuk jujur pada dirinya sendiri, sehingga tak memiliki apapun lagi untuk dirahasiakan darimu. Ia bisa dengan mudah menceritakan hal-hal buruk yang pernah menimpanya atau kekurangan dirinya, ia menceritakan apapun tentang keluarganya, ia ingin kau melihat dan mencintainya apa adanya.
Barangkali ia juga sering bersedih, meski mungkin kau jarang mengetahuinya. Ia terbiasa menggigit bagian dalam bibir bawahnya saat kau menceritakan tentang keluargamu: Ayahmu yang lucu, ibumu yang lugu, adik-adikmu yang nakal, atau tradisi liburan keluarga yang bertahun-tahun kau miliki dengan penuh kebahagiaan. Ada perasaan asing yang mengalir dalam dirinya ketika kau menceritakan semua itu. Rasa asing yang mungkin akan membuatnya tidak nyaman, cemburu, marah, atau segala sesuatu di antara semua itu.
Maka ia mulai mencintai ibumu seperti ibunya sendiri, ia akan menghormati ayahmu seperti ayahnya sendiri, ia menjadikan keluargamu sebagai pelabuhan bagi semua mimpinya tentang rumah cinta dan tangga ke surga. Tahun-tahun berikutnya, ketika kalian dikarunia anak-anak, ia akan selalu berusaha menjadi ibu yang sempurna bagi mereka. Ia tak ingin, dan tak ingin, dan tak pernah ingin anak-anaknya mengalami sesuatu yang sama yang pernah ia alami. Dalam daftar prioritas hidupnya, ia tulis hal-hal yang tak akan mengecewakanmu: cinta, kasih sayang, kejujuran, kesetiaan. Hal-hal yang dari semua itu ia letakkan fondasi untuk sesuatu yang kelak kalian akan sebut sebagai ‘rumah’—tempatmu bertolak sekaligus kembali, tempat kalian akan melewati semuanya bersama-sama.
Demikianlah, ketika kau menikahi seorang istri dari keluarga yang tidak sempurna, barangkali kau telah menikahi seorang perempuan terbaik di dunia… Perempuan yang dengan segala ketidaksempurnaan yang dimilikinya, akan menyempurnakan segala sesuatu yang ada pada dirimu dan semua hal di sekelilingmu.
Ketika kau melihat seorang perempuan dari masa lalu yang tidak sempurna, kau tengah melihat seorang perempuan hebat dengan seluruh keajaiban yang ada dalam hidupnya.
….
Selamat ulang tahun, istriku. Hari ini usiamu genap 28 tahun. Terima kasih karena engkau telah terlahir ke dunia ini. Terima kasih karena telah mengajariku segala hal yang tak mungkin kudapatkan lagi dari orang lain selain kamu. Terima kasih karena telah menjadi dirimu sendiri.
Selamat ulang tahun, Rizqa…
Melbourne, 9 Juni 2015
FAHD PAHDEPIE
*PS. Baca kisah-kisah saya dan Rizqa yang lainnya di buku 'Rumah Tangga'. Silakan PO ke: gita.romadhona@pandamedia.co.id

Selasa, 17 Februari 2015

congratz sayangkoe

http://sttl-ylh.ac.id/id/
sampe ngga bisa berkata2...
rasa syukur tak terkira kpd ALLAH dan rasa bangga luar biasa ketika melihat adik kelas sukses mendapat homebase...tanpa ada koneksi atau bantuan dr pihak manapun, kecuali ALLAH dan doa orang tua serta keluarga yang ngga putus...alhamdulillah keterima di Jogja dan insya ALLAH dekat dg calon suamimu satu kota....
selamat sayang, mbak bangga sm km dek, itulah buah dr kerja kerasmu melamar kesana kemari...siapa yg nyangka kl STTL berubah jd ITY dan mbuka prodi baru...kisahmu sama plek seperti mbak...
BigHug dear....

Senin, 16 Februari 2015

suamiku dan anakku

Mungkin, sama sekali gak bermaksud untuk pamer, nge hak i, menjelaskan pada semua orang, kalo kita sudah bersuami atau sudah mempunyai anak bahkan sampe dua tiga atau lima. Jika kita punya kawan atau saudara yang belum bersuami atau belum pny anak setidaknya sedikitlah punya rasa simpati, apalagi teman tersebut sudah sangat dekat dengan kita biasanya kan teman tsb tahu to nama suami kita...

eh sbentar yaaa aku balas bbm dr suamiku...
atau aku makan dirumah yaa,,, papanya anak2 sudah nunggu
atau waduuhh minggu ngga bisa hubbiku jadwalnya pulang kalo wikend..

bisalah kita nyebutnya
eh sbentar yaaa aku balas bbm dr mas wawan
atau aku makan dirumah yaa,,, mas antok sudah nunggu
atau waduuhh minggu ngga bisa mas wahid jadwalnya pulang kalo wikend..

cobaaaa... sedikit empati lah kl yg diajak ngomong itu jomblo....

atau,,
sri, maaf yaa aku ngga bs nemenin makan siang krn aku hrs jemput anakku dl di sekolahnya ...
padahal yg namanya sri itu udah 4 tahun blm pny anak
cb gimana perasaanmu kalo jadi sri....

ni brsan kejadian
eh si ita hamil ya..
engga koq dia gendut aja
jangan bilang siapa2 ya mohon doanya... dia malah habis divorce
ohh kirain hamil...
aku malah pgn hamil lgi kl lihat org hamil.. tp gimana yaaa.. udah 2x caesar nih..


dan loe bayangin aja,,,
loe baru aja cerita sedih ttg sahabat loe yg abis divorce dg anak 1 suaminya entah kemana dan loe jomblo... trs orang yg loe ajak ngomong malah bilangnya kaya gitu... ngga punya empati sama sekali....
sama sekali... blasss...

trs apa yg loe lakuin...
gak bales wa nya...
END....


Selasa, 19 Agustus 2014

musafir

Saya merasa perlu menuliskan ini. Ada beberapa pengalaman di hari2 terakhir ini. Saya menjadi musafir beberaapa hari. Pergi Semarang - jakarta - semarang - madiun - semarang.Sebagian besar perjalanan saya, saya habiskan dengan naik kereta api. Perjalanan pulang dari Semarang Jakarta saya naik kereta api yang bagi kantong saya cukup mahal. duduk di paling depan dekat dengan pintu gerbong karena sudah hampir saya kehabisan tiket kereta. yah mau gimana lagi, yang penting bisa dapat tiket saja sudah syukur. Perjalanan dilalui dengan biasa saja, saya duduk sendiri bersama dengan penumpang lain, sedangkan ibu dan budhe saya duduk di belakang saya. Ketika sudah sampai setengah perjalanan, saya mendengar ribut2 dari kursi belakang saya (samping kanan ibu dan budhe saya). Ternyata suami istri sedang bertengkar
I Apa kamu ngga bilang, kalau anakmu sakit!!!!
S ........... entah apa dia bilang sy tak tll mendengar
I Kamu selalu pulang malam.....!!!!!
S ........
I Gimana kamu ini!!!!!
Kemudian si istri mengemasi dan membanting barang2nya kemudian pegi entah kemana, sambil membawa serta anaknya. saya tidak tahu kemudian dia duduk dimana, yang jelas setahu saya kereta masih agak penuh.
yang saya tahu ketika dia turun di stasiun Poncol dia berjalan sendiri di depan saya.
Saya dan budhe saya pulang ke rumah semarang,sedangkan ibu saya menunggu di Poncol untuk langsung ke Madiun, menanti kereta selanjutnya.

Turun dari stasiun, kereta sudah jalan. argghhh saya baru ingat buku saya tertinggal di kereta. saya hanya membatin, siapa yang mau sama buku saya. buku tebal begitu, mana isinya pelajaran. saya sedikit tenang (baca : menenangkan diri). Pikir saya besok saja sepulang kuliah saya pergi ke stasiun lagi untuk mengambil buku saya. Jika memang masih ada, berarti buku itu masih rejeki saya. Dan benar, keesokan harinya saya kembali ke stasiun Tawang (pemberhentian terakhir keretaa saya), saya menemukan buku saya di pos security depan loket pemeriksaan karcis. Ya ALLAH alhamdulillah buku saya kembali pada saya.
terimakasih buat bapak bersih2 kereta yang sudah menyelamatkan buku saya. Benar kata teman saya Ayu, buku apalagi buku kuliah mungkin tak beerharga bagi orang lain, sehingga tak ada yang mau mengambil, namun bagi seorang mahasiswa seperti saya, buku itu menjadi sangat berharga (walaupun jarang dibaca juga sih *eh). Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih pada petugas PTKAI stasiun Tawang yang telah menyelamatkan buku saya.
Ps : jika ketinggalan sebuah barang di Kereta hubungi tujuan terakhir kereta tsb. dan tanya pd petugas PPKA atau se

Pengalaman kedua adalah tadi sore, perjalanan pulang dari Madiun ke Semarang. saya berdua dengan gembul sepupu saya. Sampai di stasiun Jebres

Senin, 21 April 2014

Memasak adalah seni

Hari ini adalah prestasi terbaik menurut saya, krn sy bs memasak sop sendiri (wlpn kaldunya masih dikalduin budhe)..
Saya sadar, terlambat dan sangat terlambat memulainya. Menginjak usia saya yg hampir 28 tahun, bahkan membedakan bumbu empon2 pun sayaa blm bisa, melihat bola2 kecil dalam bumbu dapur itu saya tak tahu namanya. Ditengah pendidikan saya yang melejit dengan sukses, dan karier saya yg bs dikatakan lumayan walau stagnan saya belum bisa memasak.
Di beberapa tahun lalu, saya menganggap memasak itu adalah hal yg sangat tidak penting. Sama sekali tidak menyalahkan doktrin ibu saya, tp ibu saya jg bukan orang yg pandai memasak. Ibu sering sekali berkata di kala remaja saya, wong wedok ki sok bakalane iso masak dewe, gampang, resep akeh, kuwi wes naluri, kowe gak sah kuwatir. Atau ahhh males masak, ibuk kan alergi bawang putih, memang ibu saya jika memasak yg harus mengupas bawang putih, tangannya bisa langsung mengkerut ~ mengkerut, padahal kan bawang putih kunci dr segala bumbu.atau kalau pulang les semasa SMA, kami biasanya membeli masakan diluar, sangat sederhana misalnya nasi jotos dan gorengan, praktis bungkusnya tinggal buang tak perlu mencuci piring.

Selasa, 25 Maret 2014

Cerita Akhir Maret

Akhir Maret... adalah hal yang selalu kuingat sepanjang sejarah kehidupanku...
Ketika aku pada waktu itu merasa gagal untuk membuat senyum ibuku merekah lagi, ketika aku merasa gagal membahagiakan keluarga besarku, gagal menyelesaikan tugas mulia sebagai mahasiswi tingkat akhir di sebuah universitas yang menjadi cita - citaku sejak masih memakai seragam merah putih.

Sabtu, 21 Maret 2009
Menemui bapak pembimbing 1 di pascasarjana.ditengah kesibukan beliau sebagai ketua jurusan, saya bisa menemuinya walaupun di hari Sabtu, dan bukan di kampus S1 sudah cukup membuat saya bersyukur
Selesai memeriksa skripsi, beliau berkata
^skripsimu sudah bagus, kapan mau sidang?^
Hah sidang,, hal yg ditunggu mahasiswa tingkat akhir,,
Seakan tak percaya...
Aku menjawab..
^bapak, besok tanggal 25 maret 2009 sudah terakhir untuk sidang periode wisuda april dan tapi ibu pembimbing 2 belum ACC pak, bagaimana?
^Hmmm, coba kamu senin temui beliau mungkin  bisa acc.
^Siapa panitianya sidang sekarang, coba saya teleponkan mungkin kamu masih bs menyusul..
Kemudian bapak meneleponkan ibu panitia sidang. Ibu panitia sidang berkata , ^bisa saja pak, asal semua sudah ACC dan anak ini bisa membuat segala surat dan dikumpulkan pada saya besok Senin, coba kamu buat pengujinya ibu ini, bapak ini dan ibu itu^.
^siap bu^, jawabku....
Haaahh secepat ini, pikirku.. senang sih bisa sidang cepat, bisa wisuda bareng kakak sepupu yang masuk kuliahnya bareng, bisa keluar bareng, enak juga bagi keluarga di Madiun sehingga tidak bolak balik ke Semarang untuk menghadiri wisuda kami berdua kalo aku wisuda april seperti kakakku kan enak.
Otak mahasiswi tingkat akhir memang sudah tidak bisa menganalisis masalah dengan akal sehat, inginnya wisuda cepat selesai kuliah cepat. Maklum sudah hampir 5 tahun.

Minggu, 22 Maret 2009
Menyiapkan segala keperluan revisian skripsi dan administrasi. Undangan untuk penguji, undangan untuk pembimbing, dan segala surat lainnya. Inilah yg harus dibenahi dr jurusanku kala itu, tidak seperti di fakultas tempat kakak ku kuliah dan pakdeku mengajar, semua tetek bengek administrasi sidang skrispsi diurus oleh administrasi. Dan pada waktu itu, aku mempersiapkan semuanya ditengah bau bangkai tikus yang belum ketemu di sekitar komputer. Masya Allah sekali baunya aduhaiiii....
Akhirnya semua selesai juga.

Senin, 23 maret 2009
Hal pertama yang kulakukan adalah muka memelas, sangat memelas menemui ibu pembimbing 2.
^selamat pagi ibu, ini draft skripsi saya sudah saya betulkan ibu, bapak pembimbing 1 juga sudah ACC, jika ada kemungkinan ibu  menyetujuinya pula saya bisa sidang besok Rabu ibu..
^baiklah, saya periksa skripsimu sambil rapat jurusan, namun jika masih banyak yang salah, saya belum menyetujuinya lo..
^iya ibu, saya ikut saja...
Di luar ruangan, di selasar kampus hanya doa komat - kamit yang kubaca tak lupa puasa Senin kamis kulakukan agar hajatku terkabul. Sambil terus sms ibu untuk minta doa. Teman - teman berceloteh ria berkelakar berlucu - lucu tak ada yang aku gubris, hanya doa yang kupanjatkan agar bisa wisuda April bersama kakakku.
Aku menunggu berjam - jam diluar ruangan rapat. Sambil mengintip ~ intip ibu pembimbing 2.
Waahh, masih banyak tekukan (yang salah kertasnya ditekuk), masih banyak yang salah.
Ibu keluar dari ruangan rapat, hari sudah menjelang sore.
Ibu pembimbing2 kemudian masuk ke ruangan bapak pembimbing 1 .
Akupun dipanggilnya..kami bertiga berada di ruangan bapak pembimbing 1.
^Saya bisa saja meACC kamu, tapi deñgan kondisi draftmu yg seperti ini, saya kamu belum siap Ky, apalagi menghadapi penguji skripsimu yg ahli di bidangnya^.
Saya hanya bisa diam...
^ saya tidak ingin anak bimbing saya tidak lulus, baiklah kamu pikirkan lagi semalam ini, kalau iya, besok temui saya lagi membawa draftmu yang baru^
Seingatku begitulah kata kata beliau 5 tahun lalu, tegas namun masih memberi harapan.,,
Ibu kemudian pulang, saya masih ada diruangan Bapak hingga Magrib menjelang, saya bimbingan intensif dengan bapak, bimbingan spiritual, motivasi maupun materi skripsi.
Akhirnya adzan magrib berkumandang...
Dan saya memutuskan...
*Baiklah bapak,, saya memang merasa belum siap, saya masih harus banyak belajar*
Akhirnya kata pasrah itu keluar dari mulut saya.
^ya, memang seharusnya begitu Ky, saya ingin melihat kamu lebih siap^...

24 dan 25 Maret ketika deadline sidang wisuda April berakhir kulalui begitu saja sambil menyelesaikan perbaikan draft skripsi hingga siap sidang di tanggal 14 Mei 2009. Dengan tetap terengah - engah, walaupun nilai skripsi yang didapat juga tidak maksimal. akhirnya alhamdulillah dinyatakan lulus sbg Sarjana Perikanan.
Diwisuda bulan Juli. Keluarga saya datang 2x karena kakak sepupu saya diwisuda di bulan april.

Hingga hari ini, ibu panitia sidang juga masih mengingatku ketika kami bertemu.
Beberapa hari lalu aku satu lift dengan bapak pembimbing 1 di kampus pascasarjana dan beliau dengan senyum khasnya masih saja berceloteh santai...
^Gimana Ky, sudah lulus?^
^belum bapak, mohon doanya^ jawabku sambil tersenyum..
Bapak pembimbing 1 juga masih ingat saya, karena di pasca saya juga diajar beliau lagi. Walaupun skrg tidak diajar... ibu pembimbing 2 pun demikian, aku akan selalu cium tangan takzim ketika bertemu beliau. Karena berkat baliau - beliau semua aku bisa seperti sekarang ini. Walaupun telat lulus s1, tapi masih istiqomah jadi mahasiswa sampai sekarang. Kadang, kalau dosen2 s1ku mengajar lagi di kelas aku sangat kangen dengan suasana S1 karena semuanya sudah lain sekarang, tanggung jawab yang diemban lebih berat. Bismillahirohmanirrohim .. walau tidak bisa sesempurna mereka, smg aku bisa meneruskan estafet ilmu yang telah mereka berikan untuk aku agar menjadi amal jariyah bersama. Beribu - ribu terimakasih tak cukup untuk apa yang telah bapak ibu berikan kepadaku. Salam hormat selalu...