Jejak Kaki Kiki
Selasa, 10 November 2015
Cerita Akhir Maret (part 2)
di blog di atas aku tuliskan klo ak ga bisa wisuda april 2009, stlh 6 tahun br ALLAH menunjukkan hikmah yg tersembunyi mengapa aku harus wisuda Juli..
yaaaaa krn aaahh aku menuliskannya sambil berbunga2 .. nanti sj yaaaa bersambung kembali .. :)
Selasa, 09 Juni 2015
kadang mikir kaya gini, setelah baca ini agak plong selamat ulang tahun rizky
….
Selasa, 17 Februari 2015
congratz sayangkoe
sampe ngga bisa berkata2...
rasa syukur tak terkira kpd ALLAH dan rasa bangga luar biasa ketika melihat adik kelas sukses mendapat homebase...tanpa ada koneksi atau bantuan dr pihak manapun, kecuali ALLAH dan doa orang tua serta keluarga yang ngga putus...alhamdulillah keterima di Jogja dan insya ALLAH dekat dg calon suamimu satu kota....
selamat sayang, mbak bangga sm km dek, itulah buah dr kerja kerasmu melamar kesana kemari...siapa yg nyangka kl STTL berubah jd ITY dan mbuka prodi baru...kisahmu sama plek seperti mbak...
BigHug dear....
Senin, 16 Februari 2015
suamiku dan anakku
eh sbentar yaaa aku balas bbm dr suamiku...
atau aku makan dirumah yaa,,, papanya anak2 sudah nunggu
atau waduuhh minggu ngga bisa hubbiku jadwalnya pulang kalo wikend..
bisalah kita nyebutnya
eh sbentar yaaa aku balas bbm dr mas wawan
atau aku makan dirumah yaa,,, mas antok sudah nunggu
atau waduuhh minggu ngga bisa mas wahid jadwalnya pulang kalo wikend..
cobaaaa... sedikit empati lah kl yg diajak ngomong itu jomblo....
atau,,
sri, maaf yaa aku ngga bs nemenin makan siang krn aku hrs jemput anakku dl di sekolahnya ...
padahal yg namanya sri itu udah 4 tahun blm pny anak
cb gimana perasaanmu kalo jadi sri....
ni brsan kejadian
eh si ita hamil ya..
engga koq dia gendut aja
jangan bilang siapa2 ya mohon doanya... dia malah habis divorce
ohh kirain hamil...
aku malah pgn hamil lgi kl lihat org hamil.. tp gimana yaaa.. udah 2x caesar nih..
dan loe bayangin aja,,,
loe baru aja cerita sedih ttg sahabat loe yg abis divorce dg anak 1 suaminya entah kemana dan loe jomblo... trs orang yg loe ajak ngomong malah bilangnya kaya gitu... ngga punya empati sama sekali....
sama sekali... blasss...
trs apa yg loe lakuin...
gak bales wa nya...
END....
Selasa, 19 Agustus 2014
musafir
I Apa kamu ngga bilang, kalau anakmu sakit!!!!
S ........... entah apa dia bilang sy tak tll mendengar
I Kamu selalu pulang malam.....!!!!!
S ........
I Gimana kamu ini!!!!!
Kemudian si istri mengemasi dan membanting barang2nya kemudian pegi entah kemana, sambil membawa serta anaknya. saya tidak tahu kemudian dia duduk dimana, yang jelas setahu saya kereta masih agak penuh.
yang saya tahu ketika dia turun di stasiun Poncol dia berjalan sendiri di depan saya.
Saya dan budhe saya pulang ke rumah semarang,sedangkan ibu saya menunggu di Poncol untuk langsung ke Madiun, menanti kereta selanjutnya.
Turun dari stasiun, kereta sudah jalan. argghhh saya baru ingat buku saya tertinggal di kereta. saya hanya membatin, siapa yang mau sama buku saya. buku tebal begitu, mana isinya pelajaran. saya sedikit tenang (baca : menenangkan diri). Pikir saya besok saja sepulang kuliah saya pergi ke stasiun lagi untuk mengambil buku saya. Jika memang masih ada, berarti buku itu masih rejeki saya. Dan benar, keesokan harinya saya kembali ke stasiun Tawang (pemberhentian terakhir keretaa saya), saya menemukan buku saya di pos security depan loket pemeriksaan karcis. Ya ALLAH alhamdulillah buku saya kembali pada saya.
terimakasih buat bapak bersih2 kereta yang sudah menyelamatkan buku saya. Benar kata teman saya Ayu, buku apalagi buku kuliah mungkin tak beerharga bagi orang lain, sehingga tak ada yang mau mengambil, namun bagi seorang mahasiswa seperti saya, buku itu menjadi sangat berharga (walaupun jarang dibaca juga sih *eh). Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih pada petugas PTKAI stasiun Tawang yang telah menyelamatkan buku saya.
Ps : jika ketinggalan sebuah barang di Kereta hubungi tujuan terakhir kereta tsb. dan tanya pd petugas PPKA atau se
Pengalaman kedua adalah tadi sore, perjalanan pulang dari Madiun ke Semarang. saya berdua dengan gembul sepupu saya. Sampai di stasiun Jebres
Senin, 21 April 2014
Memasak adalah seni
Hari ini adalah prestasi terbaik menurut saya, krn sy bs memasak sop sendiri (wlpn kaldunya masih dikalduin budhe)..
Saya sadar, terlambat dan sangat terlambat memulainya. Menginjak usia saya yg hampir 28 tahun, bahkan membedakan bumbu empon2 pun sayaa blm bisa, melihat bola2 kecil dalam bumbu dapur itu saya tak tahu namanya. Ditengah pendidikan saya yang melejit dengan sukses, dan karier saya yg bs dikatakan lumayan walau stagnan saya belum bisa memasak.
Di beberapa tahun lalu, saya menganggap memasak itu adalah hal yg sangat tidak penting. Sama sekali tidak menyalahkan doktrin ibu saya, tp ibu saya jg bukan orang yg pandai memasak. Ibu sering sekali berkata di kala remaja saya, wong wedok ki sok bakalane iso masak dewe, gampang, resep akeh, kuwi wes naluri, kowe gak sah kuwatir. Atau ahhh males masak, ibuk kan alergi bawang putih, memang ibu saya jika memasak yg harus mengupas bawang putih, tangannya bisa langsung mengkerut ~ mengkerut, padahal kan bawang putih kunci dr segala bumbu.atau kalau pulang les semasa SMA, kami biasanya membeli masakan diluar, sangat sederhana misalnya nasi jotos dan gorengan, praktis bungkusnya tinggal buang tak perlu mencuci piring.
Selasa, 25 Maret 2014
Cerita Akhir Maret
Akhir Maret... adalah hal yang selalu kuingat sepanjang sejarah kehidupanku...
Ketika aku pada waktu itu merasa gagal untuk membuat senyum ibuku merekah lagi, ketika aku merasa gagal membahagiakan keluarga besarku, gagal menyelesaikan tugas mulia sebagai mahasiswi tingkat akhir di sebuah universitas yang menjadi cita - citaku sejak masih memakai seragam merah putih.
Sabtu, 21 Maret 2009
Menemui bapak pembimbing 1 di pascasarjana.ditengah kesibukan beliau sebagai ketua jurusan, saya bisa menemuinya walaupun di hari Sabtu, dan bukan di kampus S1 sudah cukup membuat saya bersyukur
Selesai memeriksa skripsi, beliau berkata
^skripsimu sudah bagus, kapan mau sidang?^
Hah sidang,, hal yg ditunggu mahasiswa tingkat akhir,,
Seakan tak percaya...
Aku menjawab..
^bapak, besok tanggal 25 maret 2009 sudah terakhir untuk sidang periode wisuda april dan tapi ibu pembimbing 2 belum ACC pak, bagaimana?
^Hmmm, coba kamu senin temui beliau mungkin bisa acc.
^Siapa panitianya sidang sekarang, coba saya teleponkan mungkin kamu masih bs menyusul..
Kemudian bapak meneleponkan ibu panitia sidang. Ibu panitia sidang berkata , ^bisa saja pak, asal semua sudah ACC dan anak ini bisa membuat segala surat dan dikumpulkan pada saya besok Senin, coba kamu buat pengujinya ibu ini, bapak ini dan ibu itu^.
^siap bu^, jawabku....
Haaahh secepat ini, pikirku.. senang sih bisa sidang cepat, bisa wisuda bareng kakak sepupu yang masuk kuliahnya bareng, bisa keluar bareng, enak juga bagi keluarga di Madiun sehingga tidak bolak balik ke Semarang untuk menghadiri wisuda kami berdua kalo aku wisuda april seperti kakakku kan enak.
Otak mahasiswi tingkat akhir memang sudah tidak bisa menganalisis masalah dengan akal sehat, inginnya wisuda cepat selesai kuliah cepat. Maklum sudah hampir 5 tahun.
Minggu, 22 Maret 2009
Menyiapkan segala keperluan revisian skripsi dan administrasi. Undangan untuk penguji, undangan untuk pembimbing, dan segala surat lainnya. Inilah yg harus dibenahi dr jurusanku kala itu, tidak seperti di fakultas tempat kakak ku kuliah dan pakdeku mengajar, semua tetek bengek administrasi sidang skrispsi diurus oleh administrasi. Dan pada waktu itu, aku mempersiapkan semuanya ditengah bau bangkai tikus yang belum ketemu di sekitar komputer. Masya Allah sekali baunya aduhaiiii....
Akhirnya semua selesai juga.
Senin, 23 maret 2009
Hal pertama yang kulakukan adalah muka memelas, sangat memelas menemui ibu pembimbing 2.
^selamat pagi ibu, ini draft skripsi saya sudah saya betulkan ibu, bapak pembimbing 1 juga sudah ACC, jika ada kemungkinan ibu menyetujuinya pula saya bisa sidang besok Rabu ibu..
^baiklah, saya periksa skripsimu sambil rapat jurusan, namun jika masih banyak yang salah, saya belum menyetujuinya lo..
^iya ibu, saya ikut saja...
Di luar ruangan, di selasar kampus hanya doa komat - kamit yang kubaca tak lupa puasa Senin kamis kulakukan agar hajatku terkabul. Sambil terus sms ibu untuk minta doa. Teman - teman berceloteh ria berkelakar berlucu - lucu tak ada yang aku gubris, hanya doa yang kupanjatkan agar bisa wisuda April bersama kakakku.
Aku menunggu berjam - jam diluar ruangan rapat. Sambil mengintip ~ intip ibu pembimbing 2.
Waahh, masih banyak tekukan (yang salah kertasnya ditekuk), masih banyak yang salah.
Ibu keluar dari ruangan rapat, hari sudah menjelang sore.
Ibu pembimbing2 kemudian masuk ke ruangan bapak pembimbing 1 .
Akupun dipanggilnya..kami bertiga berada di ruangan bapak pembimbing 1.
^Saya bisa saja meACC kamu, tapi deñgan kondisi draftmu yg seperti ini, saya kamu belum siap Ky, apalagi menghadapi penguji skripsimu yg ahli di bidangnya^.
Saya hanya bisa diam...
^ saya tidak ingin anak bimbing saya tidak lulus, baiklah kamu pikirkan lagi semalam ini, kalau iya, besok temui saya lagi membawa draftmu yang baru^
Seingatku begitulah kata kata beliau 5 tahun lalu, tegas namun masih memberi harapan.,,
Ibu kemudian pulang, saya masih ada diruangan Bapak hingga Magrib menjelang, saya bimbingan intensif dengan bapak, bimbingan spiritual, motivasi maupun materi skripsi.
Akhirnya adzan magrib berkumandang...
Dan saya memutuskan...
*Baiklah bapak,, saya memang merasa belum siap, saya masih harus banyak belajar*
Akhirnya kata pasrah itu keluar dari mulut saya.
^ya, memang seharusnya begitu Ky, saya ingin melihat kamu lebih siap^...
24 dan 25 Maret ketika deadline sidang wisuda April berakhir kulalui begitu saja sambil menyelesaikan perbaikan draft skripsi hingga siap sidang di tanggal 14 Mei 2009. Dengan tetap terengah - engah, walaupun nilai skripsi yang didapat juga tidak maksimal. akhirnya alhamdulillah dinyatakan lulus sbg Sarjana Perikanan.
Diwisuda bulan Juli. Keluarga saya datang 2x karena kakak sepupu saya diwisuda di bulan april.
Hingga hari ini, ibu panitia sidang juga masih mengingatku ketika kami bertemu.
Beberapa hari lalu aku satu lift dengan bapak pembimbing 1 di kampus pascasarjana dan beliau dengan senyum khasnya masih saja berceloteh santai...
^Gimana Ky, sudah lulus?^
^belum bapak, mohon doanya^ jawabku sambil tersenyum..
Bapak pembimbing 1 juga masih ingat saya, karena di pasca saya juga diajar beliau lagi. Walaupun skrg tidak diajar... ibu pembimbing 2 pun demikian, aku akan selalu cium tangan takzim ketika bertemu beliau. Karena berkat baliau - beliau semua aku bisa seperti sekarang ini. Walaupun telat lulus s1, tapi masih istiqomah jadi mahasiswa sampai sekarang. Kadang, kalau dosen2 s1ku mengajar lagi di kelas aku sangat kangen dengan suasana S1 karena semuanya sudah lain sekarang, tanggung jawab yang diemban lebih berat. Bismillahirohmanirrohim .. walau tidak bisa sesempurna mereka, smg aku bisa meneruskan estafet ilmu yang telah mereka berikan untuk aku agar menjadi amal jariyah bersama. Beribu - ribu terimakasih tak cukup untuk apa yang telah bapak ibu berikan kepadaku. Salam hormat selalu...