Selasa, 19 Agustus 2014

musafir

Saya merasa perlu menuliskan ini. Ada beberapa pengalaman di hari2 terakhir ini. Saya menjadi musafir beberaapa hari. Pergi Semarang - jakarta - semarang - madiun - semarang.Sebagian besar perjalanan saya, saya habiskan dengan naik kereta api. Perjalanan pulang dari Semarang Jakarta saya naik kereta api yang bagi kantong saya cukup mahal. duduk di paling depan dekat dengan pintu gerbong karena sudah hampir saya kehabisan tiket kereta. yah mau gimana lagi, yang penting bisa dapat tiket saja sudah syukur. Perjalanan dilalui dengan biasa saja, saya duduk sendiri bersama dengan penumpang lain, sedangkan ibu dan budhe saya duduk di belakang saya. Ketika sudah sampai setengah perjalanan, saya mendengar ribut2 dari kursi belakang saya (samping kanan ibu dan budhe saya). Ternyata suami istri sedang bertengkar
I Apa kamu ngga bilang, kalau anakmu sakit!!!!
S ........... entah apa dia bilang sy tak tll mendengar
I Kamu selalu pulang malam.....!!!!!
S ........
I Gimana kamu ini!!!!!
Kemudian si istri mengemasi dan membanting barang2nya kemudian pegi entah kemana, sambil membawa serta anaknya. saya tidak tahu kemudian dia duduk dimana, yang jelas setahu saya kereta masih agak penuh.
yang saya tahu ketika dia turun di stasiun Poncol dia berjalan sendiri di depan saya.
Saya dan budhe saya pulang ke rumah semarang,sedangkan ibu saya menunggu di Poncol untuk langsung ke Madiun, menanti kereta selanjutnya.

Turun dari stasiun, kereta sudah jalan. argghhh saya baru ingat buku saya tertinggal di kereta. saya hanya membatin, siapa yang mau sama buku saya. buku tebal begitu, mana isinya pelajaran. saya sedikit tenang (baca : menenangkan diri). Pikir saya besok saja sepulang kuliah saya pergi ke stasiun lagi untuk mengambil buku saya. Jika memang masih ada, berarti buku itu masih rejeki saya. Dan benar, keesokan harinya saya kembali ke stasiun Tawang (pemberhentian terakhir keretaa saya), saya menemukan buku saya di pos security depan loket pemeriksaan karcis. Ya ALLAH alhamdulillah buku saya kembali pada saya.
terimakasih buat bapak bersih2 kereta yang sudah menyelamatkan buku saya. Benar kata teman saya Ayu, buku apalagi buku kuliah mungkin tak beerharga bagi orang lain, sehingga tak ada yang mau mengambil, namun bagi seorang mahasiswa seperti saya, buku itu menjadi sangat berharga (walaupun jarang dibaca juga sih *eh). Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih pada petugas PTKAI stasiun Tawang yang telah menyelamatkan buku saya.
Ps : jika ketinggalan sebuah barang di Kereta hubungi tujuan terakhir kereta tsb. dan tanya pd petugas PPKA atau se

Pengalaman kedua adalah tadi sore, perjalanan pulang dari Madiun ke Semarang. saya berdua dengan gembul sepupu saya. Sampai di stasiun Jebres

Tidak ada komentar:

Posting Komentar