Selasa, 19 Agustus 2014

musafir

Saya merasa perlu menuliskan ini. Ada beberapa pengalaman di hari2 terakhir ini. Saya menjadi musafir beberaapa hari. Pergi Semarang - jakarta - semarang - madiun - semarang.Sebagian besar perjalanan saya, saya habiskan dengan naik kereta api. Perjalanan pulang dari Semarang Jakarta saya naik kereta api yang bagi kantong saya cukup mahal. duduk di paling depan dekat dengan pintu gerbong karena sudah hampir saya kehabisan tiket kereta. yah mau gimana lagi, yang penting bisa dapat tiket saja sudah syukur. Perjalanan dilalui dengan biasa saja, saya duduk sendiri bersama dengan penumpang lain, sedangkan ibu dan budhe saya duduk di belakang saya. Ketika sudah sampai setengah perjalanan, saya mendengar ribut2 dari kursi belakang saya (samping kanan ibu dan budhe saya). Ternyata suami istri sedang bertengkar
I Apa kamu ngga bilang, kalau anakmu sakit!!!!
S ........... entah apa dia bilang sy tak tll mendengar
I Kamu selalu pulang malam.....!!!!!
S ........
I Gimana kamu ini!!!!!
Kemudian si istri mengemasi dan membanting barang2nya kemudian pegi entah kemana, sambil membawa serta anaknya. saya tidak tahu kemudian dia duduk dimana, yang jelas setahu saya kereta masih agak penuh.
yang saya tahu ketika dia turun di stasiun Poncol dia berjalan sendiri di depan saya.
Saya dan budhe saya pulang ke rumah semarang,sedangkan ibu saya menunggu di Poncol untuk langsung ke Madiun, menanti kereta selanjutnya.

Turun dari stasiun, kereta sudah jalan. argghhh saya baru ingat buku saya tertinggal di kereta. saya hanya membatin, siapa yang mau sama buku saya. buku tebal begitu, mana isinya pelajaran. saya sedikit tenang (baca : menenangkan diri). Pikir saya besok saja sepulang kuliah saya pergi ke stasiun lagi untuk mengambil buku saya. Jika memang masih ada, berarti buku itu masih rejeki saya. Dan benar, keesokan harinya saya kembali ke stasiun Tawang (pemberhentian terakhir keretaa saya), saya menemukan buku saya di pos security depan loket pemeriksaan karcis. Ya ALLAH alhamdulillah buku saya kembali pada saya.
terimakasih buat bapak bersih2 kereta yang sudah menyelamatkan buku saya. Benar kata teman saya Ayu, buku apalagi buku kuliah mungkin tak beerharga bagi orang lain, sehingga tak ada yang mau mengambil, namun bagi seorang mahasiswa seperti saya, buku itu menjadi sangat berharga (walaupun jarang dibaca juga sih *eh). Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih pada petugas PTKAI stasiun Tawang yang telah menyelamatkan buku saya.
Ps : jika ketinggalan sebuah barang di Kereta hubungi tujuan terakhir kereta tsb. dan tanya pd petugas PPKA atau se

Pengalaman kedua adalah tadi sore, perjalanan pulang dari Madiun ke Semarang. saya berdua dengan gembul sepupu saya. Sampai di stasiun Jebres

Senin, 21 April 2014

Memasak adalah seni

Hari ini adalah prestasi terbaik menurut saya, krn sy bs memasak sop sendiri (wlpn kaldunya masih dikalduin budhe)..
Saya sadar, terlambat dan sangat terlambat memulainya. Menginjak usia saya yg hampir 28 tahun, bahkan membedakan bumbu empon2 pun sayaa blm bisa, melihat bola2 kecil dalam bumbu dapur itu saya tak tahu namanya. Ditengah pendidikan saya yang melejit dengan sukses, dan karier saya yg bs dikatakan lumayan walau stagnan saya belum bisa memasak.
Di beberapa tahun lalu, saya menganggap memasak itu adalah hal yg sangat tidak penting. Sama sekali tidak menyalahkan doktrin ibu saya, tp ibu saya jg bukan orang yg pandai memasak. Ibu sering sekali berkata di kala remaja saya, wong wedok ki sok bakalane iso masak dewe, gampang, resep akeh, kuwi wes naluri, kowe gak sah kuwatir. Atau ahhh males masak, ibuk kan alergi bawang putih, memang ibu saya jika memasak yg harus mengupas bawang putih, tangannya bisa langsung mengkerut ~ mengkerut, padahal kan bawang putih kunci dr segala bumbu.atau kalau pulang les semasa SMA, kami biasanya membeli masakan diluar, sangat sederhana misalnya nasi jotos dan gorengan, praktis bungkusnya tinggal buang tak perlu mencuci piring.

Selasa, 25 Maret 2014

Cerita Akhir Maret

Akhir Maret... adalah hal yang selalu kuingat sepanjang sejarah kehidupanku...
Ketika aku pada waktu itu merasa gagal untuk membuat senyum ibuku merekah lagi, ketika aku merasa gagal membahagiakan keluarga besarku, gagal menyelesaikan tugas mulia sebagai mahasiswi tingkat akhir di sebuah universitas yang menjadi cita - citaku sejak masih memakai seragam merah putih.

Sabtu, 21 Maret 2009
Menemui bapak pembimbing 1 di pascasarjana.ditengah kesibukan beliau sebagai ketua jurusan, saya bisa menemuinya walaupun di hari Sabtu, dan bukan di kampus S1 sudah cukup membuat saya bersyukur
Selesai memeriksa skripsi, beliau berkata
^skripsimu sudah bagus, kapan mau sidang?^
Hah sidang,, hal yg ditunggu mahasiswa tingkat akhir,,
Seakan tak percaya...
Aku menjawab..
^bapak, besok tanggal 25 maret 2009 sudah terakhir untuk sidang periode wisuda april dan tapi ibu pembimbing 2 belum ACC pak, bagaimana?
^Hmmm, coba kamu senin temui beliau mungkin  bisa acc.
^Siapa panitianya sidang sekarang, coba saya teleponkan mungkin kamu masih bs menyusul..
Kemudian bapak meneleponkan ibu panitia sidang. Ibu panitia sidang berkata , ^bisa saja pak, asal semua sudah ACC dan anak ini bisa membuat segala surat dan dikumpulkan pada saya besok Senin, coba kamu buat pengujinya ibu ini, bapak ini dan ibu itu^.
^siap bu^, jawabku....
Haaahh secepat ini, pikirku.. senang sih bisa sidang cepat, bisa wisuda bareng kakak sepupu yang masuk kuliahnya bareng, bisa keluar bareng, enak juga bagi keluarga di Madiun sehingga tidak bolak balik ke Semarang untuk menghadiri wisuda kami berdua kalo aku wisuda april seperti kakakku kan enak.
Otak mahasiswi tingkat akhir memang sudah tidak bisa menganalisis masalah dengan akal sehat, inginnya wisuda cepat selesai kuliah cepat. Maklum sudah hampir 5 tahun.

Minggu, 22 Maret 2009
Menyiapkan segala keperluan revisian skripsi dan administrasi. Undangan untuk penguji, undangan untuk pembimbing, dan segala surat lainnya. Inilah yg harus dibenahi dr jurusanku kala itu, tidak seperti di fakultas tempat kakak ku kuliah dan pakdeku mengajar, semua tetek bengek administrasi sidang skrispsi diurus oleh administrasi. Dan pada waktu itu, aku mempersiapkan semuanya ditengah bau bangkai tikus yang belum ketemu di sekitar komputer. Masya Allah sekali baunya aduhaiiii....
Akhirnya semua selesai juga.

Senin, 23 maret 2009
Hal pertama yang kulakukan adalah muka memelas, sangat memelas menemui ibu pembimbing 2.
^selamat pagi ibu, ini draft skripsi saya sudah saya betulkan ibu, bapak pembimbing 1 juga sudah ACC, jika ada kemungkinan ibu  menyetujuinya pula saya bisa sidang besok Rabu ibu..
^baiklah, saya periksa skripsimu sambil rapat jurusan, namun jika masih banyak yang salah, saya belum menyetujuinya lo..
^iya ibu, saya ikut saja...
Di luar ruangan, di selasar kampus hanya doa komat - kamit yang kubaca tak lupa puasa Senin kamis kulakukan agar hajatku terkabul. Sambil terus sms ibu untuk minta doa. Teman - teman berceloteh ria berkelakar berlucu - lucu tak ada yang aku gubris, hanya doa yang kupanjatkan agar bisa wisuda April bersama kakakku.
Aku menunggu berjam - jam diluar ruangan rapat. Sambil mengintip ~ intip ibu pembimbing 2.
Waahh, masih banyak tekukan (yang salah kertasnya ditekuk), masih banyak yang salah.
Ibu keluar dari ruangan rapat, hari sudah menjelang sore.
Ibu pembimbing2 kemudian masuk ke ruangan bapak pembimbing 1 .
Akupun dipanggilnya..kami bertiga berada di ruangan bapak pembimbing 1.
^Saya bisa saja meACC kamu, tapi deñgan kondisi draftmu yg seperti ini, saya kamu belum siap Ky, apalagi menghadapi penguji skripsimu yg ahli di bidangnya^.
Saya hanya bisa diam...
^ saya tidak ingin anak bimbing saya tidak lulus, baiklah kamu pikirkan lagi semalam ini, kalau iya, besok temui saya lagi membawa draftmu yang baru^
Seingatku begitulah kata kata beliau 5 tahun lalu, tegas namun masih memberi harapan.,,
Ibu kemudian pulang, saya masih ada diruangan Bapak hingga Magrib menjelang, saya bimbingan intensif dengan bapak, bimbingan spiritual, motivasi maupun materi skripsi.
Akhirnya adzan magrib berkumandang...
Dan saya memutuskan...
*Baiklah bapak,, saya memang merasa belum siap, saya masih harus banyak belajar*
Akhirnya kata pasrah itu keluar dari mulut saya.
^ya, memang seharusnya begitu Ky, saya ingin melihat kamu lebih siap^...

24 dan 25 Maret ketika deadline sidang wisuda April berakhir kulalui begitu saja sambil menyelesaikan perbaikan draft skripsi hingga siap sidang di tanggal 14 Mei 2009. Dengan tetap terengah - engah, walaupun nilai skripsi yang didapat juga tidak maksimal. akhirnya alhamdulillah dinyatakan lulus sbg Sarjana Perikanan.
Diwisuda bulan Juli. Keluarga saya datang 2x karena kakak sepupu saya diwisuda di bulan april.

Hingga hari ini, ibu panitia sidang juga masih mengingatku ketika kami bertemu.
Beberapa hari lalu aku satu lift dengan bapak pembimbing 1 di kampus pascasarjana dan beliau dengan senyum khasnya masih saja berceloteh santai...
^Gimana Ky, sudah lulus?^
^belum bapak, mohon doanya^ jawabku sambil tersenyum..
Bapak pembimbing 1 juga masih ingat saya, karena di pasca saya juga diajar beliau lagi. Walaupun skrg tidak diajar... ibu pembimbing 2 pun demikian, aku akan selalu cium tangan takzim ketika bertemu beliau. Karena berkat baliau - beliau semua aku bisa seperti sekarang ini. Walaupun telat lulus s1, tapi masih istiqomah jadi mahasiswa sampai sekarang. Kadang, kalau dosen2 s1ku mengajar lagi di kelas aku sangat kangen dengan suasana S1 karena semuanya sudah lain sekarang, tanggung jawab yang diemban lebih berat. Bismillahirohmanirrohim .. walau tidak bisa sesempurna mereka, smg aku bisa meneruskan estafet ilmu yang telah mereka berikan untuk aku agar menjadi amal jariyah bersama. Beribu - ribu terimakasih tak cukup untuk apa yang telah bapak ibu berikan kepadaku. Salam hormat selalu...


Selasa, 11 Maret 2014

Marry your daughter make a my wife

Semoga dimudahkan ikhtiar utk menggenapkan separuh dien... aamiin

Sumber web era muslim

Wali Nikah, Apakah Harus Selalu Ayah Kandung?
Lulu – Selasa, 22 Muharram 1427 H / 21 Februari 2006 10:41 WIB
Ass. Wr. Wb
Pak Ustadz, saya mau menanyakan tentang hukum ayah kandung yang menjadi
wali nikah bagi anak perempuannya. Apakah hukumnya wajib atau bisa
digantikan oleh orang lain? Hal ini saya tanyakan karena saya akan
melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.
Kebetulan orangtua saya telah bercerai sejak saya balita. Sejak perceraian
orangtua saya tersebut, saya tidak pernah bertemu dengan ayah kandung saya.
Ayah kandung saya tidak memberikan nafkah ataupun membiayai pendidikan saya
dari kecil sampai saya lulus kuliah. Bahkan mengkontak saya tidak, jadi saya
benar-benar putus kontak dengan ayah kandung saya. Ibu saya lah yang
membesarkan dan menyekolahkan saya. Ibu saya menikah lagi dan lahirlah adik
saya yang berbeda ayah dengan saya. Tapi pernikahan kedua ibu saya pun harus
gagal setelah saya dewasa.
Mendekati pernikahan saya sekarang, teman saya pernah mengatakan kepada
saya bahwa ayah kandung lah yang wajib menikahkan saya. Saya wajib mencari
keberadaan ayah kandung saya, apakah masih hidup atau sudah meninggal. Jika
ayah kandung saya masih hidup maka beliau lah yang harus jadi wali nikah saya.
Tetapi, ibu saya merasa keberatan bila saya mencari ayah kandung saya, karena
ibu merasa selama ini ayah kandung saya tidak menjalankan tanggung jawab
sebagai ayah kepada anaknya.
Mohon Pak Ustadz menjelaskan solusi dan hukumnya dari sudut agama mengenai
permasalahan yang saya hadapi. Apakah saya wajib mencari ayah kandung saya
dan meminta beliau menjadi wali nikah saya, saya sendiri tidak tahu kemana
saya harus mencari ayah kandung saya karena saya pun putus hubungan dengan
keluarga ayah. Bagaimana jika saya meminta orang lain menjadi wali nikah
saya? Lalu siapakah yang berhak menjadi wali nikah saya, apakah adik saya bisa
atau paman saya? Kebetulan pihak calon suami saya sudah mendesak saya dan
calon suami untuk segera menikah untuk menghindar dari hal-hal buruk dan
fitnah.
Terima kasih sebelum dan sesudahnya.
Wass. Wr. Wb
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh,
Perlu Anda ketahui dengan jelas bahwa sebuah pernikahan itu hanya sah bila
melalui proses akad nikah. Dan yang namanya akad nikah itu hanya dilakukan
oleh seorang ayah kandung dari seorang anak perempuan dengan calon
menantunya. Akad nikah tidak pernah dilakukan oleh sepasang calon pengantin,
apalagi oleh orang lain. Benarlah Rasulullah SAW ketika bersabda,"
Tidak ada akad nikah kecuali (yang dilakukan oleh) wali mursyid dan (disaksikan)
oleh dua orang saksi yang adil).
Siapapun wanita yang menjalani pernikahan namun tanpa izin dari walinya,
maka nikahnya itu batil, maka nikahnya batil, maka nikahnya batil (3 kali).
Mengapa nikahnya batil?
Karena akad nikah itu memang hanya dilakukan oleh dua orang laki-laki. Yang
pertama adalah ayah kandung dari seorang perempuan. Yang kedua adalah calon
suami. Bila ayah kandung itu mengucapkan kepada calon suami,"Aku nikahkan
kamu dengan putriku", lalu calon suami menjawab,"Ya", maka tali ikatan
pernikahan otomatis sudah terbentuk, bila kejadian itu disaksikan oleh dua
orang saksi yang memenuhi 6 syarat, yaitu: keduanya muslim, laki-laki,
merdeka, aqil, baligh dan adil.
Siapa pun tidak pernah punya hak untuk melakukan akad yang bukan berada di
dalam wewenangnya. Kalau pun dilakukan juga, maka pernikahan itu tidak sah,
baik secara hukum agama, apalagi hukum negara. Kalau pasangan itu nekad
kawin juga bahkan melakukan hubungan suami istri, maka perbuatan itu zina
yang berhak untuk dieksekusi rajam atau cambuk 100 kali plus diasingkan selama
setahun.
Siapapun yang mengangkat diri menjadi wali tanpa ada izin sah dari ayah
kandung, lalu menikahkan pasangan, berhak masuk neraka karena telah
menghalalkan perzinaan yang nyata dilarang oleh semua agama.
Apakah kedudukan ayah kandung tergantikan?
Ayah kandung tidak akan pernah tergantikan kedudukannya sebagai wali hingga
kapan pun. Meski ayah tersebut tidak pernah memberi nafkah atau menghilang
tak tentu rimbanya. Namun urusan menjadi wali tidak ditentukan oleh sebab
perhatian atau perlakuannya kepada anak istri.
Mungkin secara perasaan boleh saja ibu anda tidak mau menerima kehadiran
mantan suaminya. Hal itu sangat bisa dimaklumi. Tapi untuk sahnya sebuah
pernikahan, tidak ada jalan lain buat anda kecuali hanya ayah kandung anda
saja yang berhak jadi wali. Bahkan seorang presiden SBY sekalipun tidak berhak
mengambil alih wewenang dan hak ayah anda sebagai wali.
Sebab seluruh jasad anda itu tumbuh dari bibit ayah kandung anda. Hubungan
anda dengannya tidak bisa dinafikan atau dibatalkan. Bahkan secara medis,
boleh dikatakan bahwa DNA yang anda miliki bersumber dari DNA beliau. Bahkan
meski anda melakukan operasi otak sekalipun, tetap saja secara biologis dan
secara syariah, beliau tetap ayah anda.
Maka sepanjang hayat, anda tidak akan pernah bisa menikah dengan sah kecuali
hanya beliau saja yang menjadi walinya. Itulah kesimpulannya. Kecuali…
kecuali dengan beberapa hal, kewalian ayah anda bisa gugur, yaitu antara lain
dengan…
1. Dengan Pemberian Wewenang/Hak Perwalian (Mewakilkan).
Apabila seorang ayah kandung bersedia memberikan hak perwaliannya kepada
seseorang, baik orang itu masih famili atau pun sama sekali tidak ada hubungan
apapun, maka orang itu secara sah boleh dan punya wewenang untuk
menikahkan.
Asalkan orang tersebut memenuhi syarat sebagai wali, yaitu muslim, aqil,
baligh, laki-laki, adil dan merdeka. Meski bukan famili, bukan saudara atau juga
bukan keluarga.
Namun tanpa adanya penyerahan wewenang secara sah dan benar dari ayah
kandung kepada orang yang ditunjuk, maka tidak ada hak sedikit pun baginya
untuk menjalankan hal-hal yang di luar kewenangannya.
2. Dengan Gugurnya Syarat sebagai Wali
Bila ayah kandung tidak memenuhi syarat sebagai wali, maka hak untuk menjadi
wali akan turun kepada urutan wali berikutnya, di mana daftarnya sudah baku
dan tidak bisa dibuat-buat sendiri. Dan syarat sebagai wali sudah disebutkan
yaitu [1] muslim, [2] laki-laki, [3] akil, [4] baligh, [5] merdeka dan [6] adil.
Adapun bila ayah itu tidak pernah memberikan nafkah, perhatian, kasih sayang,
waktu serta pemeliharaan, tidak pernah bisa dijadikan alasan untuk gugurnya
hak perwalian yang dimilikinya.
Namun bila salah satu dari ke-enam syarat itu tidak dimilikinya, maka gugurlah
haknya sebagai wali. Misalnya, bila sorang ayah kandung tidak beragama Islam,
baik karena sejak awal memang bukan muslim atau karena murtad, maka haknya
sebagai wali gugur dengan sendirinya. Atau misalnya dia menjadi gila dan hilang
ingatan, maka syarat sebagai ‘aqil (berakal) tidak terpenuhi, dengan demikian
gugurlah haknya untuk menjadi wali.
3. Dengan Meninggalnya Yang Bersangkutan
Bila seorang ayah kandung yang menjadi wali meninggal dunia, otomatis dia
tidak mungkin menjadi wali. Maka yang berhak menjadi wali adalah wali yang
berada pada urutan berikutnya. Dan begitulah seterusnya.
Dalam masalah anda, bila ayah kandung anda tidak diketahui lagi
keberadaannya, anda masih bisa melacaknya lewat keluarganya, teman, kerabat
atau orang-orang yang pernah mengenalnya. Bahkan kalau diperlukan bisa juga
menggunakan jasa polisi untuk melacaknya. Termasuk juga menggunakaniklan di
media. Pendeknya, upayakan dulu untuk mencarinya. Barulah bila semua upaya
untuk mencari, anda bisa menghadap kepada hakim agama untuk minta
dibuatkan fatwa yang menetapkan bahwa ayah kandung anda dianggap sudah
‘meninggal’ secara hukum.
Urutan Wali
Bila seorang ayah kandung gugur dari kedudukannya sebagai wali, lalu yang
berhak adalah wali dalam daftar urutan berikutnya. Bila wali yang ada dalam
urutan berikutnya ini ada cacatnya, maka perwalian dipegang oleh nomor urut
berikunya.
Para ulama dalam mazhab As-Syafi’i telah menyusun dan menetapkan daftar
urutan wali, yang tidak boleh dilangkahi. Mereka adalah
a. Ayah kandung
b. Kakek (ayahnya ayah kandung)
c. Saudara laki-laki, yang seayah dan seibu. Misalnya kakak atau adik calon
istri, yang penting sudah aqil baligh. Tetapi bila saudara yang satu ibu tapi lain
ayah tidak bisa menjadi wali.
d. Saudara laki-laki, yang seayah saja
e. Anak laki-laki dari saudara laki-laki yang seayah dan seibu
f. Anak laki-laki dari saudara laki-laki yang seayah saja
g. Paman, atau saudara laki-laki ayah kandung
h. Anak paman (sepupu)
Perlu diketahui bahwa urutan ini tidak boleh diacak-acak, di mana paman tidak
bisa langsung mengambil alih posisi sebagai wali, selama masih ada kakek,
kakak, adik, keponanakan dengan segala variannya.
Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Jumat, 28 Februari 2014

Kebenaran kalimat ibu saya

Kaget
Yaaaa ,,
Kejadian ini terjadi td pagi, ketika atasan saya menugasi saya untuk pergi ke salah seorang donatur, Ibu Santi (sebut saja namanya begitu). Saya mengetok pintu rumahnya, dan dibukakan oleh seorang anak laki2 kecil, kurus dan hitam berusia sekitar 10 tahun. Dan kemudian dipersilahkan masuk. Saya duduk di kursi sederhana, dan terpampang sebuah foto keluarga besar mengenakan pakaian adat Jawa, oh ini rumah nenek si anak kecil tadi, batinku.. bukan rumah mama papanya.
Beberapa menit kemudian, keluarlah sesosok wanita, kurus dan hitam, nampak aura kesedihan di wajahnya. Reflek, memoriku berjalan pada sekitar 3 tahun lalu. Ketik awal2 aku bekerja di lembaga ini, ibu santi tidak seperti ini. Dia agak gemuk, ceria, dan kelihatan sangat berkecukupan. 3 tahun lalu kami bertemu di sekolah anak pertamanya, sebuah SD Islam swasta yg terkenal ^mahal^ di kota Semarang sebut saja namanya SD Nur Iman. Bu Santi membantu kami, mengumpulkanb dana dari kaleng sedekah dari wali murid SD Nur Iman.
Masih bertanya2 kemudian aku diajak ngobrol oleh bu santi, mbak ini kalengnya, titipan dari teman2, katanya sambil menyerahkan 2 kaleng infaq. Iya bu terimakasih semoga memberikan keberkahan, jawabku sambil tak lupa mendoakan beliau. Kmudian aku menitipkan uang beasiswa 2 bulan titipan kantorku untuk beliau. Awalnya aku masih penasaran juga, ibu ini kan kaya, oh mungkin utk family atau tetangganya. Aku masih berpikiran positif. Kemudian dia berkata lagi, mbak ini kurang satu bulan beasiswanya katanya. Ohh nggih bu, coba nanti saya tanyakan dg pihak teman yg mengurusi beasiswa, jawabku. Aku bertanya lagi, ibu ini beasiswa untuk siapa? , Dia mjwb untuk anak saya yg smp mbak, aku kaget lagi.....
Kemudian dia berkata lagi, mbak proposal usaha apa yg atasan mbak maksud, saya belum membuatnya, saya baru mempunyai 1 mesin, ingin melebarkan usaha saya dg mesin obras / wolsum katanya. Kemudian sy menjawab nggih ibu dibuat semua saja, profil usaha dan apa yg ibu butuhkan nanti diajukan ke kantor, biar pihak kantor yang mensurveinya dan mereka yg lebih tahu.
Ya mba sgera sy buat katanya...
Masih bertanya2, kemudian aku pulang....
______
Ibu santi kan kaya,,
Kenapa ibu santi minta beasiswa utk anaknya, 1 bulan kurang saja dia terus mengejar...
Ibu santi kan kaya,,,
Kenapa ibu santi mau buat proposal usaha dan minta mesin wolsum..,
Ibu santi kan kaya..,
Mengapa wajahnya tampak begitu muram..
Ibu santi kan kaya..
Mengapa dia tggl drmh ortunya.
Pertanyaan itu terus bergelanyut,,,
________
Sore menjelang ashar di kantor. Aku menyampaikan pada atasanku, mbak beasiwa utk puteri ibu santi kurang 1 bln, kemudian atasanku menyuruhku menanyakan pada bagian beasiswa, dan ternyata benar kurang 1 bulan, ada kesalahan pencatatan administrasi.
Kemudian atasanku bercerita.
^Kim, ibu santi sekarang sudah beda dg yg dl, suaminya kerja di kota lain, dan mendapat promosi jabatan. Ada orang yg tidak suka dan kemudian suaminya diguna2 dan melupakan keluarganya. Sama sekali tidak ingat dengan ibu santi dan anak2nya. Namun putri pertama ibu santi yg dapat beasiswa itu, tidak marah, dia sll sms papanya agar tidak melupakan mereka wlpn skrg papanya hidup dg wanita lain. Namun ibu santi masih berjuang, dia tidak mau mendatangani surat cerai sampai kapanpun katanya. Dia skrg jualan bubur kacang ijo diplastikin, usaha jahit dan mau wolsum jilbab2^
Masya Allah, pertanyaanku terjawab.. mengapa ibu santi menjadi begitu kurus,,, mengapa uang beasiswa anaknya terus dikejar, mengapa dia tggl drmh ortunya...
_______
Deg, aku jadi ingat apa yg ibuku sll bilang puluhan tahun lalu ketika aku masih remaja. Tetap jadilah wanita bekerja, karena kamu tidak tahu masa depan rumah tanggamu. Bisa jadi suami yg kau banggakan itu mencampakkanmu. Takdir Allah suami yg menyayangimu itu meninggal dunia, cacat permanen atau musibah lain menimpa keluarga mu dan anak2. Apa yg bisa kau perbuat kalau kau tak bekerja dan hanya mengandalkan gaji suami?...
Kini, setelah berpuluh tahun berlalu, baru aku menyaksikan sendiri kebenaran kalimat ibuku.
Bukan menafikkan agama Islam, sama sekali tidak. Bahwa yg wajib bekerja adalah seorang suami. Namun saya rasa akan menjadi lebih mulia jika seorang wanita lebih berdaya guna, bagi keluarganya dg tetap bekerja wlpn sudah menikah dan punya anak. Jika terjadi sesuatu pd keluarganya yg tidak bs diselamatkan, paling tidak dia akan menjadi orang terdepan bg pelindung anak2nya dengan tetap bekerja (yg sy mksd dsni tidak hanya karyawan, tp bekerja apapun yg tetap menghasilkan uang).

Rabu, 19 Februari 2014

TIPE TIPE ORANG YANG BARU PERTAMA DITEMUI

Kalo hari Senin dan Kamis kantor kami ada salam pagi, semacam briefing yang diisi oleh kepala cabang maupun kepala bidang.. Kamis ini yang tugas ngisi mbak Retno(kabid KEMITRAAN/marketing. Beliau membahas tentang tipe2 donatur,, yuk cekidot,, mari disimak buat bekal kalo kita ketemu orang2 baru :
1. Tipe penggerak:
meja tidak pernah rapi
Menghampiri dan menegur duluan
hangat dalam berhubungan
kalimatnya berulang2
jangan langsung ke konten/penjualan
jawab dan tanyakan kembali
tidak menyukai hal yg detail
gaya baju sporty
cari posisi yg diinginkqn spti asisten/istrinya
suka dg hiburan
2. tipe peresah :
biasanya ibu2/wanita
muka empati
Dia curcol
tidak bisa memutuskan tapi berilah opsi2
^kita tidak mengunggulkan program kita
^kita memberikan banyak alternatif program
^jangan memaksa memustuskan pd saat itu
3. tipe politikus :
^d ruanggannya ad banyak plakat dan penghargaan
^banyak memberi pendapat
^kursi lebih tinggi dr dia
menuliskan gelar harus jelas dan benar*teliti
Suka dijilat
4. tipe seniman rapi bersih wangi
suka berpendapat
tidak boleh bertanya hal pribadi
suka grafik dan gambar
jangan merengek, tunggu responnya saja
5. tipe penggiat : suka barang aspal , tp tidak malu membawanya, dia tipe donatur penggerak teman2nya, berpeluang jd good marketee, suka dg insentif
6. tipe insinyur : harus janjian, serius, tidak bs santai
dg detail dan banyak tulisan, tidak bisa go show, mirip penggiat, tidak berulang2 seperti penggerak
7. tipe normal : seperti bunglon, ikut suara terbanyak, tidak mau menonjol, ketika memilih program dia ikut teman2nya, tidak mau mengambil resiko.

Minggu, 16 Februari 2014

BERPIKIR TERARAH dr. Amir Zuhdi

BERPIKIR TERARAH

Kreatif berpikir lateral
1+1 = 2
1+1 = 10 - 8
Kalo lateral terus : tdk pernah membumi dan terintegrasi

kl tll kanan atas hrs d create kiri bawah.
pd proses saling bergandengan perlu energi.
ketrampilan berpikir benar ~> ketrampilan berpikir terarah
bagaimana membangun : menikmati proses
gelisah : ragu2 dalam suatu tujuan.
kemanakah tujuan kehidupan anda : fokus pada masalah , apa tantangan, hambatan, urai satu2.

Fungsi visi melakukan pengulangan2 afirmasi2 postif.
Ilmu apa yg harus kita create untuk mendapatkan tujuan. Pikiran sadar kita akan memenuhi fasilitas dan infrastruktur. Bgmn aktifitas2 di luar kantor apakah seimbang apa tidak. Kemampuan kita menentukan berpikir terarah,jika kita sedang suka thd sesuatu maka otak kita akan mengarah pd semua tujuan kita.
Ketika kita fokus pd suatu hal yg kita pakai, maka akan berusaha mencapai tujuan.
Buat teman2 ring 1 : ortu , para sahabat
Tentukan misi kita : apa tujuan bekerja, hanya gaji atau apa? ,, Intinya pekerjaan spesialisasi .. Tukul dg deferensiasi bibirnya sebagai kehebatannya. istrinya org cacat : ddlm kecatatan ad keberkahan Tuhan,, kekurangan kita jk menjadi berpikir benar maka akan menjadi tujuan kita.
Ketika peran bersinergi dg visi misi kantor maka akan tercapai sebuah kesinambungan.

MISI
Untuk Apa Anda Hidup
Kehidupan yang ingin anda jalani. putra dokter amir yg memilih kedokteran namun tetap menyukai musik, putra yg kedua menjadi psikolog internasional yg belajar toefl.
Kontribusi yg akan dipersembahkan
pertama anda, baik sbg individu, karyawan, dalam keluarga dan masyarakat.
pinsip2 dan nilai2 yg memandu langkah2 dlm mewujudkan cita2
hasrat anda dalam hidup
kekuatan unik anda.

ILMU DAN SENI BERPIKIR dr. Amir Zuhdi

ILMU DAN SENI BERPIKIR

misal bawa golok dari rumah seakan2 sudah mau dalam ancaman,hati2 dalam merekayasa alam dan pikiran ~> sempurna 100%

Perilaku

sikap

cara berpikir

Contoh ◆ mengapa wudhu harus istimror, haji dg urutan yang benar, kehidupan yang enak dengan mendesign harapan utk future.

Sikap : proses mental dalam benak ...
identifikasi perilaku yg sesuai dg NORMA.

BERPIKIR : dibalik pikiran bisa menangkap gesturenya.
jika sudah sering mengasah kebiasaan, intuitif ganglia basalis akan bekerja.
Misal seorang  pemuda asal ambon yang menjadi relawan PKPU.  Dia sudah terbiasa menyelam.
menerima ikhwan : 1-10 jangan dicari kriteria semua itu, cukup 1~6 yg lain didiskusikan.

memfilingkan memori :
Memori A bermanfaat - u tjuan pekan depan
memori B bermanfaat u tujuan saat depan
C
D
E merusak tidak bermanfaat : tidak usah dipikir, jangan dismpan

Mengapa orang yang jatuh cinta terlalu memikirkan : krn semakin dipikir semakin menancap.
wanita selain kriteria beberapa yg dibuthkan adalah Keberanian mengatakan

Pikiran dalam setiap hari 80rb .

Sesuatu yg mempengaruhi pikiran kita : newspapper radio dll

Pikiran mempengaruhi fisik : melihat jeruk, dari sisi pengaruh adalah penyakit gastritits
magh : pikirannya di semeleh kan, perbanyaklah maaf, forgiveness.
Orang yang memaafkan memutuskan dendrit,, memblokir, dll.
Semakin kita enak, enjoy semakin enak dunia ini, mielin semakin tebal maka akan semakin wise, semakin tipis smkin kacau.
Dg pola pikir bermanfaat bagi pekerjaan, maka pikiran ini akan semakin enak,
dr amir menangani pasien dlm tsunami aceh hingga 800pasien/hr, dg mindset bagus, tujuan pahala yg banyak dan bermanfaat bagi banyak orang.

Pikiran mempengaruhi perasaan ~>
Dipaksa dalam rumah hantu aktif jika pola pikir kita terjebak dalam masa lalu. Kondisi otak kita pd kondisi terakhir : jgn menggunakan itu, gunakan tabayun. Akan mengalami hal yg sangat menjengkelkan itu kerika emsi sdg sangat naik.

PIKIRAN MEMPENGARUHI CITRA DIRI
winner/loser ,
akan memberikan materi pada gurunya dulu, ketika muridnya para ahli, mereconditioningkan dl, solat wudhu.
PIKIRAN MELAHIRKAN KEBIASAAN, KEBIASAAN MELAHIRKAN KARAKTER.
PIKIRAN MEMPENGARUHI MEMORI BAWAH SADAR

SLIDE KEDUA
Berpikir Sesat dan Berpikir Benar
Cinta pertama mengapa lama hilang :: ada visual dll.
karakter orang yg poligami :: mempunyai hal2 yg mirip
fenomena rumah hantu : seakan memori dahulu seakan 100% nyata, didominasi oleh fenomena rumah hantu. Dan digunakan untuk mengambil keputusan.
Ketika masuk dalam fenomena rumah hantu, masukkan lah data terbaru bekerja.
Ditangkap agar tidak terjebak pd prasangka negatif.

PIKIRAN EGOSENTRIS
Pikiran kita berusaha utk menghindarkan kita dari segala yang tak menyenangkan dan mencari yang menyenangkan dan membuat kita merasa aman.
untuk mendapatkan rasa nyaman.....

membela diri
sombong
merasa bodoh
apatis dll

Sesat pikir
Mengacu padapengalaman yang dialami ..
pengalaman saya, orang tersebut pasti menipu.
menjadi pribadi pemaaf , jgn memendam marah lebih 60 jam.
mengacu pd kebiasaan sebelumnya
ngga usah cari kerja, dengan cara ini saja juga sudak sukses.

SESAT PIKIR 3 :SESAT ORANGNYA
Menyerang orangnya , bukan pada pendapat (argumennya)
Memicu pada otoritas orang, bkn pendapatnya
Happines tercipta, jika kita menerima suatu tantangan dan berhasil.

SESAT PIKIR 4 PENDAPAT POPULER
SESAT PIKIR 5 MENGULANG ~ ULANG.
SESAT PIKIR 6 SEBAB AKIBAT YANG PALSU
Kesimpulan : cara berpikir inovasi , straregik dan spiritual

SLIDE 3 SIANG H1
MEMBANGUN KONSEP DIRI

Memahami konsep diri
Sumbernya
kandungannya.
Mitos penghancur konsep diri
Peserta mampu mendefinisikan gambaran yg ideal ; Identifikasi diri peserta
Siapakah tokoh panutan : identifikasi ideal yg detail.
tujuan hidup detail. Orang yg fokus pd suatu tujuan akan mengerahkan sgla resourcesnya utk menuju kesana.
Fisik
Akal
Nurani
Qolbu

Self concept
Self ideal
self image
jangan hanya melihat tokoh idola baiknya saja, tp jeleknya juga, energi nya namun di copas dan ditiru menjadi self image yang akan muncul.

3. Self esteem ;: gabungan dr 2 yg terdorong menjadi hebat,, melihat org yg dicintainya. Namun jk tidak dlm koridor syar i (bg lawan jenis) lbh baik diteruskan atau di delete.

Sesi pertanyaan :
Usfi
dimanasih harus ngoyo?.dan menyerah ~> tawakal pd Allah
kemungkinan orang yang memberi saran itu baru tangganya 1, maka dia bilang ngoyo.
otak kita 10rb tirliyun gandengan, kalo dipretelin 1 1 1/2 lapangan bola,
Jawab =
Dimulai dg ikhlas (akhloso) : bening, jernih,jelas, goal gambaran sudah tahu, sudah ada gambaran2 kinestetik. Bukan tidak dibayar,tp terlihat apa tujuan kitaakan sangat kelihatan jelas. ~> resiko :
Ular
harimau
buaya
kelola da n identifikasi masalah dengan baik.
Misal lwt jalan lain
2. Menikmati proses ^dengan bayangan akan hasil yg dicapai dg baik.
3. Sabar
4. Tawakal
kl dia belum tersentuh, kirimkan malaikat2mu untuk memberikan sentuhan2 hati padanya

Tawakal : sukses ~> syukur, tidak sukses ~> ridho
gagal : cek proses ,
hasil baik terusin
kurang baik tp tdk merusak simpan
krg baik n mengganggu delete
~~~~~>Mulai sistem yg baru lagi ,, ulang ulang ulang.. ATM : amati, tiru, modifikasi.
Menjadi seakan2 tuli.. fokus pd tujuan.

Self Awareness

SELF AWARENESS
GRASIA HOTEL, 16022014
dr. AMIR ZUHDI
PELATIHAN SDM PKPU

Bepikir sehat , sesuai pikiran2 sesuai dg tujuan hidup.
Setiap tugas, hidup dimanapun selalu ada stimulan/rangsangan2
setiap stimulan ALLAH memberikan jeda waktu untuk memilih, yamg cocok dg tujuan hidup masing2.
Kemampuan kita memilih yang menentukan nasip kita, Allah akan merubah nasip suatu kaum, jk kita mengubahnya.
Kita diminta Allah utk bekerja detail, ad beberapa waktu tidak optimal yg akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah, optimalkan dl waktu2 sisa di PKPU.
Allah Rasul akan bersedia jadi saksi atas kehebatan2 hebat kita.
pilihan2 hebat yg dikendalikan o/otak manusia,latihan naik kuda melatih otak manusia ~> menjadikan otak menjadi responsif.
Responsif ; pny pilihan2 u memutuskan
grusa grusu, mangkel, dominan perasaan ~> hasil yg tidak baik.
reaktif ~> tidak ada pilihan, tarik nafas, terengah2, sistem pengendalian kurang baik, ambil air wudhu, sholat, ambil keputusan.
istikhoroh ~> berpikir intuitif,,,
tidak bisa tidur krn perasaan bkn pikiran.berpikirlah intuitif,, jadi jangan berpikir tidak mampu.

BEDA BERPIKIR OPTIMIS DAN PESIMIS
1. OPTIMIS : predikat, objek, keterangan. Jadi pengendali mereka, bukan mereka yg mengendalikan kita.
2.Pesimis : subjaek (melihat diri sendiri)

Berpikir :
1. Maju
2. Menghindari kesengsaraan

Neurokorteks : bgmn halangan disingkirkan, bs lwt jalan yg lain.
salah tidak apa2, salah itu belajar.

Brain condition programing,, takut ~> ingat2 kehebatan antum. Pujian2, rekomendasi dari orang2 tedekat guru dosen ustadz ortu pegang erat2, jika suatu saat kita jatuh maka jd self motivation diri kita.
ujian doktor : materi yang paling tahu adalah saya , mgkn profesor tahu tp lapangan lebih tahu saya.yang tahu penelitian adalah saya...
buku  : neuro asosiasi
jangan pesimis nanti jadi alzeimer.

TANYAKAN PADA DIRI SENDIRI
1.bgmn bereaksi thd sesuatu
2. Optimis apa pesimis
3.ident kelemahan dan kelebihan
4.pilihan2 selama 24 jam ~> pembuatan kolom
Misal :
terjadi                              seharusnya?
mengomeli mas dwi      tidak tahu tanyakan orla minimal 3 orang , apakah nyakitin ap tidak
kapan akan melaksanakan ? Brain conditioning programing Al Ma^surot -》 berpikir, tahajud ,, terpikir pada alam bawah sadar
5. Sehari harus kerjakan apa?
6. Akibat dari setiap pilihan?
7. Yakinkah terhadap pilihan?apakah akan merubah nasip saya.
8. Apakah pilihan sudah sesuai dengan misi kehidupan saya.
9. Kalau berbuat salah, apakah itu akibat dari pilihan yg sy ambil? Dicatet, dicontreng, kalau pikiran sedang tidak terfokus maka ada beberapa hal yg akan hilang dr otak kita.

Jumat, 24 Januari 2014

Hadiah Pertama dari Lomba Menulis yang Aku Ikuti

Seneng nulis, yah emang sejak SMP udah seneng nulis diary ababil. yang paling marah kalo tiba2 diary itu udah ada di tangan adik. Di sela kesibukanku aku sempatkan buat nulis. Pas pulang ke kampung kemaren waktu lebaran aku melihat 1 halaman di Nova mamaku (eyang, red) Perempuan Inspiratif Nova 2013 , iseng ya itu kata pertama yang muncul. Inspiratif yaaa menurutku kisahku inspiratif bagi diriku sendiri haaa,, lha mau siapa yang memuji kalau tidak diri sendiri #glek. Aku mencuri 1 halaman itu (haaa padahal mamaku ga merasa kehilangan), aku bawa kerumah sampai ke Semarang 1 halaman itu, aku buat tulisan dua halaman tentang diriku sendiri tentang pengalamanku menempuh pendidikan hingga sampai pada jenjang ini, yang "kata orang" level pendidikan tertinggi. Alhamdulillah,, walau kata Mme Ita (dosenku) semua pencapaian sekolah doctor ini yang dikorbankan bukan air mata lagi, tapi berdarah - darah. 
Waktu lagi nunggu dosen buat ngasih kuliah di kelas, tiba – tiba ada sms masuk,
“mbak, ada kiriman dari Nova buat mbak Rizki tapi dirumah tidak ada orang, saya taruh mana?”..
“hah!!! Tabloid Nova?? Tulisanku yang kemarin donk, keterkejutanku saking bahagianya kuungkapkan dalam hati”
“iya mas, terimakasih, titipkan pada mbak Pur rumah kanan depan atau taruh saja di depan pintu”, jawabku pada Mas JNE.
----
sampai rumah, bukan rok baru kain sutra makasar kiriman dari sahabatku Anin lagi yang menjadi pusat perhatianku, tapi mencari bingkisan dari NOVA, aku cari dirumah mbak Rovi belakang rumahpun gak  ketemu, soalnya pak Darsono tetanggaku bilang ditaruh belakang rumah ini saja (rumah mbak Rovi)…
aku panik banget takut hilang, penasaran banget, udah senengnya tak terkira walaupun ibaratnya Cuma dikasih selembar sertifikat sama Nova aja,, ehh ternyata mas nya cerdas, beneran di taruh rumah mbak Pur. Sesaat dalam kebimbanganku, mbak Pur mengetuk pintu rumah ku dan membawakan sebuah bingkisan untukku. Taraaaammm
aku bukaaa,,



M.Pj (Master Penjemput Zakat)
Semoga kisah sedikit yang aku tuliskan ini bisa meginsiprasi kaum wanita pemberani, yang hanya punya mimpi dan tekad yang kuat seperti aku. Namaku Rizky, aku menceritakan pahit manis getir kisah hidupku sendiri. Saat ini umurku 27 tahun. Orang tuaku berprofesi sebagai seorang Guru SMA dan dibantu oleh nenekku yang seorang pesiunan Guru. Aku mempunyai 2 orang adik laki – laki. Masa kecilku hingga SMA aku habiskan di Kota Madiun Jawa Timur. Prestasiku sangat biasa – biasa saja. Tidak pernah aku mendapatkan rangking 10 besar di kelas ketika SD dan SMA, kebetulan SD dan SMA ku termasuk sekolah favorit di Madiun. Namun ketika SMP aku sempat menjadi juara kelas, karena aku tidak bersekolah di sekolah favorit.
Setamat SMA aku melanjutkan kuliah di Semarang. Aku sangat mencintai kota Semarang, bagiku kota ini adalah kota sejuta mimpi. Hanya berbekal percaya diri, keyakinan, kesungguhan aku mendaftar di Universitas Diponegoro Semarang melalui program Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) pada tahun 2004. Aku merantau ke Semarang dengan diantarkan oleh orang tuaku, kami naik bus ekonomi, membawa berbagai macam barang bawaan, baju – baju, buku – buku dan keperluan lain. Sejak aku awal kuliah aku tinggal di rumah Pakdhe dan Budheku,  kebetulan mereka di Semarang sehingga aku tinggal dirumah mereka sampai sekarang.
Akhirnya sampai pada pemilihan jurusan,aku melihat passing grade , untuk jurusan – jurusan seperti Kedokteran Umum, Teknik, Ekonomi jelas – jelas aku tidak punya nyali. Akhirnya aku diterima di Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan Jurusan Perikanan Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Prestasiku juga biasa – biasa saja. Hanya kadang aku menjadi 10 besar di kelas. Aku mempelajari tentang hutan mangrove (bakau), pantai, terumbu karang , laut, kolam, tambak, dan ekosistem perairan lainnya. Aku baru tahu ketika kuliah, Indonesia sebagai Negara Maritim ini sangat kurang pengelolaan di bidang perairan, kalau seandainya semua terkelola dengan baik bukan tidak mungkin Indonesia akan mandiri secara ekonomi hingga beberapa tahun kedepan melalui sektor perikanan dan kelautan.
Aku lulus dalam waktu lima tahun. Walaupun tergolong telat lulus, aku sangat bangga dengan skripsi yang kutulis. Aku menulis tentang kaitan mangrove sebagai habitat Gastropoda (keong – keongan) dari sisi biologi dan manfaat nya kepada penduduk sekitar dari sisi ekonomi dan sosial. Juli 2009, akhirnya aku bisa membawa orang tuaku berderet di dalam ribuan orang tua wisudawan. Bangga, haru, bersyukur campur jadi satu.
September 2009, aku diterima bekerja sebagai pramuniaga toko buku yang baru buka di Semarang, sebenarnya pekerjaannya tidak sesuai dengan ijazah S1ku, namun aku berpikir untuk mencari pengalaman, tak apalah bekerja apa saja, walaupun tak sesuai dengan ilmu yang aku pelajari. Namun aku semakin sedih, ketika aku juga harus ikut menyapu lantai toko, mengelap rak buku, mendisplay buku ke raknya dengan cara mendorong – dorong troli isi buku yang sangat banyak. Kepiluan ini itu tak kuceritakan pada keluargaku. Empat bulan aku bertahan, akhirnya Januari 2010 aku memutuskan untuk resign dari toko buku.
Februari 2010, aku diterima bekerja sebagai marketing di sebuah Lembaga Amil Zakat dan Kemanusiaan Nasional cabang Semarang. Sebuah lembaga sosial milik yayasan berpusat di Jakarta yang bertugas untuk mengumpulkan dana zakat, infaq dan shadaqah milik para dermawan yang nantinya akan kami distribusikan kepada yang membutuhkan. Aku bertugas sebagai penjemput zakat dan pencari donatur baru. Aku mendatangi rumah ke rumah, kantor, kampus. Ketika bertugas menjemput zakat seorang dosen di sebuah kampus, tak dipungkiri aku masih punya keinginan kuliah lagi. Padahal gajiku waktu itu hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Akhirnya, dengan hanya bermodal nekat, aku mendaftar Beasiswa Unggulan di Magister Ilmu Lingkungan UNDIP. Untuk mengikuti beasiswa ini aku harus lulus tes TOEFL 500, dengan perjuangan 4x tes TOEFL dan menikuti les pengayaan TOEFL akhirnya aku lulus tes TOEFL dan kemudian bisa kuliah dengan Beasiswa Unggulan.
Masalah tak habis sampai disitu, aku harus tetap bekerja karena beasiswaku hanya mengcover kebutuhan SPP saja. Akhirnya, dengan kebijakan kampus aku diperbolehkan mengikuti kuliah Jumat sore dan Sabtu. Bosku di tempat bekerja juga baik sekali, sehingga Senin – Jumat siang aku gunakan untuk bekerja sebagai penjemput zakat. Tak jarang ada orang yang mencibir profesiku. Mahasiswa S2 hanya berprofesi sebagai penjemput uang zakat, mereka bertanya tentang pekerjaanku yang lain, karena dikiranya ini hanya pekerjaan sambilan saja. Namun banyak pula para dermawan yang sudah dekat denganku selalu memotivasiku untuk terus bekerja sambil kuliah. Aku sering mensugesti positif diriku sendiri, pekerjaanku ini juga sangat mulia, bekerja sambil berdakwah dan bisa mendekatkanku dengan teman – teman yang sholeh dan sholehah yang senantiasa mengingatkanku dikala khilaf.
Tahun 2012, Alhamdulillah, dengan segala persyaratan yang berat untuk mencapai ujian tesis, diantaranya menulis wacana di surat kabar nasional sampai terbit, menjadi pemakalah oral dalam Seminar Nasional, menerbitkan salah satu jurnal nasional, aku dinyatakan lulus ujian tesis tiga hari sebelum deadline beasiswa berakhir. Aku benar – benar tak punya uang untuk membayar SPP lagi, jika aku harus kuliah sampai 5 semester.  Aku menyelesaikan kuliah S2ku dalam kurun waktu 1 tahun 11 bulan, lulus dengan predikat Cumlaude, mengantongi IPK 3,85 dan menjadi 3 terbaik wisudawan di Jurusanku.
Esoknya, H+1 setelah wisuda aku kembali bekerja, kebetulan pada waktu itu sedang Idul Qurban. Pada waktu Qurban, kantorku juga menjual kambing dan kemudian mendistribusikannya. Ada dermawan yang juga salah satu sahabatku, dia berkesempatan mengikuti penyembelihan hewan qurban miliknya di tempat penyembelihan yang disediakan oleh kantorku. Dia adalah seorang penulis, sehingga dia mempunyai ide  menuliskan kisahku di blog pribadinya. “Mbak Rizky, Dari Podium Wisuda Pascasarjana Kembali ke Kandang Kambing”. Aku hanya tersenyum membaca tulisannya.
Niatku menjadi seorang pendidik hingga kini tak pernah putus. Agustus 2013, namaku diumumkan oleh Dirjen Dikti sebagai salah satu penerima Beasiswa Pascasarjana Dalam Negeri Calon Dosen. Program ini digulirkan oleh Dikti sejak tahun  2011 untuk menyiapkan para calon dosen yang siap ditempatkan di PTN, PTS dan Universitas yang kekurangan dosen dan Universitas – universitas yang akan dibentuk oleh Dikti. September 2013, aku mulai kuliah lagi di S3 Manajemen Sumberdaya Pantai Universitas Diponegoro dan di sela – sela kuliahku bosku masih mengizikanku untuk bekerja sebagai penjemput zakat. Aku sangat bersyukur dikelilingi oleh orang  - orang, yang selalu memotivasi dan mendukungku dalam segala hal. Walaupun kadang aku merasa kesepian, setua ini aku belum menikah, namun aku tetap semangat mengoptimalkan potensi diriku yang lain, serta terus berdoa, ALLAH pasti akan memberikan jodoh yang terbaik untukku yang senantiasa mendukungku menjadi seorang pendidik seperti Ibu dan Nenekku. 

Minggu, 05 Januari 2014

Melihat Video Ini

Dek Ningrum (sahabat saya di kantor),, seorang yang sangat heboh,, dia suka banget sm lagu ini.. Bryan Mc Knight Marry Your Daughter
Hr ini kantor juga dihebohkan dengan kemuculan ...Video ini .. di watsap akhwat.

simple memang, di video/lagu ini disebutkan ada seorang laki2 yang menemui ayah dari sang wanitanya untuk dipersunting menjadi istri. Si lelaki ini berjanji pd ayah si wanita akan menjadikan wanita satu2nya yang tak pernah dia sakiti dan tak pernah dia tinggalkan dan memberikan yang terbaik untuk segala kebutuhannya. 
Yaaaa.. memang bagus , syiar Islamnya ngena banget, jadi kl mau ngajak nikah wanita ya temuilah ayahnya, mintalah dengan baik2.. Cuma.. ya cuma...
Saya hampir mewek lagi lihat video ini,,
Bukan karena saya mikirin diri saya sendiri,, tapi saya kasihan mikirin pengorbanan calon suami saya nanti, yang harus menemui Ayah saya di tempat yang jauh, dan bagaimana saya menyampaikan pada ayah saya, bagaimana....

Dan saya ngga sanggup mengulang cerita yang sama lagi pada orang lain. Saya tidak ingin memulainya dari nol lagi. Saya ingin ada seorang yang sudah tahu kondisi saya yang nantinya menemui Ayah saya dan berkata.. Sir,, I Will Marry Your Daughter...
walaupun entah bagaimana cara dia menemui ayah saya/memohonkan ijin Ayah saya untuk menjadi wali pertama di pernikahan kami. Saya menginginkan ada seorang pejuang untuk itu...


Semarang, 060114.. Untuk Calon Suami saya,, saya tidak ingin mengulang cerita ini pada orang yang lain lagi... ^^ Temuilah ayah saya dengan pengorbanan anda, saya akan sangat menghargai usaha anda,, mari kita berjuang bersama....