Kaget
Yaaaa ,,
Kejadian ini terjadi td pagi, ketika atasan saya menugasi saya untuk pergi ke salah seorang donatur, Ibu Santi (sebut saja namanya begitu). Saya mengetok pintu rumahnya, dan dibukakan oleh seorang anak laki2 kecil, kurus dan hitam berusia sekitar 10 tahun. Dan kemudian dipersilahkan masuk. Saya duduk di kursi sederhana, dan terpampang sebuah foto keluarga besar mengenakan pakaian adat Jawa, oh ini rumah nenek si anak kecil tadi, batinku.. bukan rumah mama papanya.
Beberapa menit kemudian, keluarlah sesosok wanita, kurus dan hitam, nampak aura kesedihan di wajahnya. Reflek, memoriku berjalan pada sekitar 3 tahun lalu. Ketik awal2 aku bekerja di lembaga ini, ibu santi tidak seperti ini. Dia agak gemuk, ceria, dan kelihatan sangat berkecukupan. 3 tahun lalu kami bertemu di sekolah anak pertamanya, sebuah SD Islam swasta yg terkenal ^mahal^ di kota Semarang sebut saja namanya SD Nur Iman. Bu Santi membantu kami, mengumpulkanb dana dari kaleng sedekah dari wali murid SD Nur Iman.
Masih bertanya2 kemudian aku diajak ngobrol oleh bu santi, mbak ini kalengnya, titipan dari teman2, katanya sambil menyerahkan 2 kaleng infaq. Iya bu terimakasih semoga memberikan keberkahan, jawabku sambil tak lupa mendoakan beliau. Kmudian aku menitipkan uang beasiswa 2 bulan titipan kantorku untuk beliau. Awalnya aku masih penasaran juga, ibu ini kan kaya, oh mungkin utk family atau tetangganya. Aku masih berpikiran positif. Kemudian dia berkata lagi, mbak ini kurang satu bulan beasiswanya katanya. Ohh nggih bu, coba nanti saya tanyakan dg pihak teman yg mengurusi beasiswa, jawabku. Aku bertanya lagi, ibu ini beasiswa untuk siapa? , Dia mjwb untuk anak saya yg smp mbak, aku kaget lagi.....
Kemudian dia berkata lagi, mbak proposal usaha apa yg atasan mbak maksud, saya belum membuatnya, saya baru mempunyai 1 mesin, ingin melebarkan usaha saya dg mesin obras / wolsum katanya. Kemudian sy menjawab nggih ibu dibuat semua saja, profil usaha dan apa yg ibu butuhkan nanti diajukan ke kantor, biar pihak kantor yang mensurveinya dan mereka yg lebih tahu.
Ya mba sgera sy buat katanya...
Masih bertanya2, kemudian aku pulang....
______
Ibu santi kan kaya,,
Kenapa ibu santi minta beasiswa utk anaknya, 1 bulan kurang saja dia terus mengejar...
Ibu santi kan kaya,,,
Kenapa ibu santi mau buat proposal usaha dan minta mesin wolsum..,
Ibu santi kan kaya..,
Mengapa wajahnya tampak begitu muram..
Ibu santi kan kaya..
Mengapa dia tggl drmh ortunya.
Pertanyaan itu terus bergelanyut,,,
________
Sore menjelang ashar di kantor. Aku menyampaikan pada atasanku, mbak beasiwa utk puteri ibu santi kurang 1 bln, kemudian atasanku menyuruhku menanyakan pada bagian beasiswa, dan ternyata benar kurang 1 bulan, ada kesalahan pencatatan administrasi.
Kemudian atasanku bercerita.
^Kim, ibu santi sekarang sudah beda dg yg dl, suaminya kerja di kota lain, dan mendapat promosi jabatan. Ada orang yg tidak suka dan kemudian suaminya diguna2 dan melupakan keluarganya. Sama sekali tidak ingat dengan ibu santi dan anak2nya. Namun putri pertama ibu santi yg dapat beasiswa itu, tidak marah, dia sll sms papanya agar tidak melupakan mereka wlpn skrg papanya hidup dg wanita lain. Namun ibu santi masih berjuang, dia tidak mau mendatangani surat cerai sampai kapanpun katanya. Dia skrg jualan bubur kacang ijo diplastikin, usaha jahit dan mau wolsum jilbab2^
Masya Allah, pertanyaanku terjawab.. mengapa ibu santi menjadi begitu kurus,,, mengapa uang beasiswa anaknya terus dikejar, mengapa dia tggl drmh ortunya...
_______
Deg, aku jadi ingat apa yg ibuku sll bilang puluhan tahun lalu ketika aku masih remaja. Tetap jadilah wanita bekerja, karena kamu tidak tahu masa depan rumah tanggamu. Bisa jadi suami yg kau banggakan itu mencampakkanmu. Takdir Allah suami yg menyayangimu itu meninggal dunia, cacat permanen atau musibah lain menimpa keluarga mu dan anak2. Apa yg bisa kau perbuat kalau kau tak bekerja dan hanya mengandalkan gaji suami?...
Kini, setelah berpuluh tahun berlalu, baru aku menyaksikan sendiri kebenaran kalimat ibuku.
Bukan menafikkan agama Islam, sama sekali tidak. Bahwa yg wajib bekerja adalah seorang suami. Namun saya rasa akan menjadi lebih mulia jika seorang wanita lebih berdaya guna, bagi keluarganya dg tetap bekerja wlpn sudah menikah dan punya anak. Jika terjadi sesuatu pd keluarganya yg tidak bs diselamatkan, paling tidak dia akan menjadi orang terdepan bg pelindung anak2nya dengan tetap bekerja (yg sy mksd dsni tidak hanya karyawan, tp bekerja apapun yg tetap menghasilkan uang).
Jumat, 28 Februari 2014
Kebenaran kalimat ibu saya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar