Minggu, 17 November 2013

Indahnya Persahabatan Kami

Cerita ini kuikutkan pada event 100 Kisah Persahabatan Beda Agama ...
walaupun aku kalah...
tapi semoga ceritaku ini bermanfaat buat yang baca yaaaa...
semoga kisah kami menginspirasi...



Namaku Kiki, aku sekarang berumur 27 tahun. Aku beragama Islam, kini aku bekerja di sebuah Lembaga Amil Zakat dan Kemanusiaan Nasional, bisa dibilang lembaga ini lebih berafiliasi pada agama Islam, walaupun jika sedang bertugas di wilayah bencana, tak pernah kami membeda  bedakan SARA. Aku berada di divisi Kemitraan bagian Marketing Zakat. Tugasku adalah mencari donatur baru yang mau menanamkan dana zakat, infaq, dan shadaqahnya di kantor.
                Dulunya, aku kuliah di jurusan Perikanan, sangat tidak nyambung dengan pekerjaanku sekarang. Namun aku tak patah semangat, aku terus menerus berjuang di salah satu lini terpenting lembaga ini, agar semua orang yang membutuhkan uluran tangan  bisa terbantu. Kisah yang ingin aku tuliskan ini adalah kisah persahabatanku ketika kami masih sama – sama kuliah di Jurusan Perikanan Universitas Diponegoro Semarang. Aku mempunyai lima orang sahabat. Tak terasa persahabatan kami sudah berjalan selama 9 tahun. Manis, pahit, getir, senang, sedih, gembira sudah kami jalani. Kami bagaikan saudara yang tak terpisahkan, walaupun sekarang kami tinggal berbeda kota. Aku menamai persahabatan ini dengan Bersix Berisix (6 cewek yang selalu berisik), maksudnya kami selalu ceria dimana saja. Anggota bersix berisix ini ada aku sendiri, Ayu yang menjadi ibu rumah tangga dan sedang hamil anak pertama, dia kini tinggal di Bekasi,  Alit dia tinggal di Semarang bekerja di sebuah Bank di kota Demak, kemudian Nita bekerja sebagai Penyuluh Program keluarga Harapan milik Kementrian Sosial di Kabupaten Kendal, Syefi dia tinggal di Semarang sebagai ibu rumah tangga yang mengajar les sambil mengasuh anaknya yang kini berusia 1 tahun, dan yang terakhir adalah Indah dia bekerja di Stasiun TV Lokal di kota Semarang sebagai Staff HRD. Dari kami berenam, hanya Indah yang beragama Hindhu, Aku, Alit, Ayu, Nita dan Syefi beragama Islam.
                Ketika kuliah, Indah, Nita, dan Ayu mereka tinggal 1 kos namanya Kos Gasinta. Aku, Alit dan Syefi menjadikan kos mereka sebagai basecamp, karena di Semarang aku tinggal di rumah saudaraku yang agak jauh dari kampus, sedangkan Syefi dan Alit memang asli orang Semarang. Aku sudah menganggap kos Gasinta sebagai rumah keduaku, kami berenam hampir setiap hari mengerjakan tugas kuliah bersama, belajar bersama, menggosip tentang cowoknya Ayu, cowoknya Nita, cowoknya Indah, cowoknya Alit (dari kesemuanya hanya Alit yang masih awet dengan pacar lamanya he3), dan kami bergosip apa saja tentang kehidupan kami berenam. Ketika kami berlima berpuasa Ramadhan, Indah sering juga ikut berpuasa untuk menemani dan menghormati kami dia tidak makan dan minum di depan kami, selain menghemat uang berpuasa juga merupakan salah satu caranya untuk berdiet, dia ingin sekali langsing karena tubuhnya memang agak besar waktu itu (sekarang sudah cantik). Jika Hari besar keagamaan tiba, Indah tidak pernah lupa mengucapkan ucapan nya untuk kami, walaupun kami sering lupa dan tidak familiar dengan hari besar agama Indah.
                Untuk penelitian skripsi, kami juga melakukannya bersama - sama di pesisir pantai Utara Jawa, tepatnya Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Hutan mangrove, lumpur, pantai, basah, jorok, becek menjadi teman sehari – hari kami selama hampir dua bulan. Kami tidur bersama di rumah pak Kepala Desa yang sangat sempit, ada yang tidur di kursi ada yang menekuk kaki, ada yang tidur sambil duduk dan yang paling menyedihkan dari kondisi rumah Pak Kepala Desa adalah nyamuk yang sangat banyak, mengingat rumah pak Kepala Desa dekat dengan tambak dan hutan mangrove yang sangat disukai oleh nyamuk. Kondisi medan penelitian kami yang sangat berat, membuat saling membantu dan bekerja sama dalam penelitian seperti sehidup semati. Kami selalu berboncengan motor melewati pematang tambak, dengan luasan yang kecil seperti itu, kami harus sangat hati – hati dalam menjaga keseimbangan. Tempat penelitian yang kami ambil berada dalam satu wilayah, namun sample hewan yang kami ambil berbeda: aku meneliti siput, Nita meneliti kepiting, Syefi meneliti plankton, Alit meneliti cacing, Ayu meneliti mengambil larva ikan sedangkan Indah meneliti diatom. Dari kami berenam Syefi yang paling cepat lulus, kemudian kami bertiga (aku, Ayu, dan Nita) dalam satu periode, kemudian disusul Alit dan Indah dalam periode berikutnya.
Kini, 9 tahun sudah berlalu, namun waktu dan jarak tak memisahkan kami. Walaupun sangat sulit bertemu, mengingat kesibukan kami yang berbeda – beda, namun kami tetap menyempatkan untuk bercanda bersama melalui jejaring sosial, sms dan media lain. Kami berharap akan menjalin persahabatan yang indah ini, walapun kami berbeda agama. Perbedaan agama bukan untuk saling diperdebatkan, namun ditoleransi untuk menghasilkan rasa saling menghormati, menghargai perbedaan hingga terjalin kasih sayang yang utuh tanpa syarat.


Bersix tanpa Ajonk, 22 Sept 2013

Bersix di Kuliah Tingkat Akhir


Tidak ada komentar:

Posting Komentar