walaupun aku kalah...
tapi semoga ceritaku ini bermanfaat buat yang baca yaaaa...
semoga kisah kami menginspirasi...
Namaku Kiki, aku sekarang berumur 27 tahun.
Aku beragama Islam, kini aku bekerja di sebuah Lembaga Amil Zakat dan Kemanusiaan
Nasional, bisa dibilang lembaga ini lebih berafiliasi pada agama Islam,
walaupun jika sedang bertugas di wilayah bencana, tak pernah kami membeda bedakan SARA. Aku berada di divisi Kemitraan
bagian Marketing Zakat. Tugasku adalah mencari donatur baru yang mau menanamkan
dana zakat, infaq, dan shadaqahnya di kantor.
Dulunya,
aku kuliah di jurusan Perikanan, sangat tidak nyambung dengan pekerjaanku
sekarang. Namun aku tak patah semangat, aku terus menerus berjuang di salah
satu lini terpenting lembaga ini, agar semua orang yang membutuhkan uluran
tangan bisa terbantu. Kisah yang ingin
aku tuliskan ini adalah kisah persahabatanku ketika kami masih sama – sama
kuliah di Jurusan Perikanan Universitas Diponegoro Semarang. Aku mempunyai lima
orang sahabat. Tak terasa persahabatan kami sudah berjalan selama 9 tahun.
Manis, pahit, getir, senang, sedih, gembira sudah kami jalani. Kami bagaikan
saudara yang tak terpisahkan, walaupun sekarang kami tinggal berbeda kota. Aku
menamai persahabatan ini dengan Bersix Berisix (6 cewek yang selalu berisik),
maksudnya kami selalu ceria dimana saja. Anggota bersix berisix ini ada aku
sendiri, Ayu yang menjadi ibu rumah tangga dan sedang hamil anak pertama, dia
kini tinggal di Bekasi, Alit dia tinggal
di Semarang bekerja di sebuah Bank di kota Demak, kemudian Nita bekerja sebagai
Penyuluh Program keluarga Harapan milik Kementrian Sosial di Kabupaten Kendal,
Syefi dia tinggal di Semarang sebagai ibu rumah tangga yang mengajar les sambil
mengasuh anaknya yang kini berusia 1 tahun, dan yang terakhir adalah Indah dia
bekerja di Stasiun TV Lokal di kota Semarang sebagai Staff HRD. Dari kami
berenam, hanya Indah yang beragama Hindhu, Aku, Alit, Ayu, Nita dan Syefi
beragama Islam.
Ketika
kuliah, Indah, Nita, dan Ayu mereka tinggal 1 kos namanya Kos Gasinta. Aku,
Alit dan Syefi menjadikan kos mereka sebagai basecamp, karena di Semarang aku tinggal di rumah saudaraku yang
agak jauh dari kampus, sedangkan Syefi dan Alit memang asli orang Semarang. Aku
sudah menganggap kos Gasinta sebagai rumah keduaku, kami berenam hampir setiap
hari mengerjakan tugas kuliah bersama, belajar bersama, menggosip tentang
cowoknya Ayu, cowoknya Nita, cowoknya Indah, cowoknya Alit (dari kesemuanya hanya Alit yang masih awet dengan pacar lamanya he3), dan kami bergosip apa saja tentang kehidupan kami berenam. Ketika kami berlima
berpuasa Ramadhan, Indah sering juga ikut berpuasa untuk menemani dan
menghormati kami dia tidak makan dan minum di depan kami, selain menghemat uang
berpuasa juga merupakan salah satu caranya untuk berdiet, dia ingin sekali
langsing karena tubuhnya memang agak besar waktu itu (sekarang sudah cantik). Jika Hari besar keagamaan tiba,
Indah tidak pernah lupa mengucapkan ucapan nya untuk kami, walaupun kami sering
lupa dan tidak familiar dengan hari besar agama Indah.
Untuk
penelitian skripsi, kami juga melakukannya bersama - sama di pesisir pantai Utara
Jawa, tepatnya Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Hutan mangrove, lumpur,
pantai, basah, jorok, becek menjadi teman sehari – hari kami selama hampir dua
bulan. Kami tidur bersama di rumah pak Kepala Desa yang sangat sempit, ada yang
tidur di kursi ada yang menekuk kaki, ada yang tidur sambil duduk dan yang
paling menyedihkan dari kondisi rumah Pak Kepala Desa adalah nyamuk yang sangat
banyak, mengingat rumah pak Kepala Desa dekat dengan tambak dan hutan mangrove
yang sangat disukai oleh nyamuk. Kondisi medan penelitian kami yang sangat
berat, membuat saling membantu dan bekerja sama dalam penelitian seperti
sehidup semati. Kami selalu berboncengan motor melewati pematang tambak, dengan
luasan yang kecil seperti itu, kami harus sangat hati – hati dalam menjaga
keseimbangan. Tempat penelitian yang kami ambil berada dalam satu wilayah,
namun sample hewan yang kami ambil
berbeda: aku meneliti siput, Nita meneliti kepiting, Syefi meneliti plankton,
Alit meneliti cacing, Ayu meneliti mengambil larva ikan sedangkan Indah meneliti
diatom. Dari kami berenam Syefi yang paling cepat lulus, kemudian kami bertiga
(aku, Ayu, dan Nita) dalam satu periode, kemudian disusul Alit dan Indah dalam
periode berikutnya.
Kini, 9 tahun sudah
berlalu, namun waktu dan jarak tak memisahkan kami. Walaupun sangat sulit
bertemu, mengingat kesibukan kami yang berbeda – beda, namun kami tetap
menyempatkan untuk bercanda bersama melalui jejaring sosial, sms dan media
lain. Kami berharap akan menjalin persahabatan yang indah ini, walapun kami
berbeda agama. Perbedaan agama bukan untuk saling diperdebatkan, namun ditoleransi
untuk menghasilkan rasa saling menghormati, menghargai perbedaan hingga
terjalin kasih sayang yang utuh tanpa syarat.
Bersix tanpa Ajonk, 22 Sept 2013
![]() |
| Bersix di Kuliah Tingkat Akhir |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar